Kenali Sekarang! Sinyal Kanker Usus Besar: Awal Sampai Akhir
Cerupon.web.id – Kanker usus besar (kolorektal) jarang terasa di fase awal, justru itulah bahayanya. Di Indonesia, penyakit ini berada di posisi keempat kanker terbanyak dan penyebab kematian kanker tertinggi kelima, dengan lebih dari 19.000 kematian per tahun. Secara global, kasusnya mencapai sekitar 1,9 juta orang setiap tahun, menempatkannya di urutan ketiga kanker paling umum di dunia.
Masalah terbesarnya bukan soal pengobatan, tapi soal waktu. Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono pernah menyampaikan gambaran yang cukup mengkhawatirkan, dari setiap 100 pasien kanker kolorektal yang datang ke fasilitas kesehatan, lebih dari 70 orang sudah berada di stadium lanjut saat pertama kali diperiksa bukan karena kelalaian pasien, melainkan karena skrining dini belum menjangkau cukup banyak orang.
Gejala Berdasarkan Stadium.
| Stadium | Kondisi Tumor | Tanda yang Mungkin Muncul |
| 0-1 | Berkaitan dengan kerusakan saluran napas jangka panjang | Nyaris tanpa gejala, kadang darah mikroskopis di feses yang tak kasat mata. |
| 2 | Berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun | Darah pada feses mulai terlihat, feses menipis, BAB lebih sering atau terasa tidak tuntas. |
| 3 | Paling sering dipicu kebiasaan merokok | Feses sangat tipis, diare/sembelit kronis, darah dan lendir bertambah banyak. |
| 4 | Tidak dapat sembuh sepenuhnya, tetapi dapat dikendalikan | Feses seperti butiran kecil atau sulit BAB sama sekali, darah gelap kehitaman, nyeri dan perut membengkak. |
Pola umumnya makin tinggi stadium, makin jelas gejalanya, tapi itu juga berarti makin lama menunggu, makin sulit ditangani. Inilah kenapa skrining rutin jauh lebih penting daripada menunggu gejala muncul.
Cek Kemiripan Gejala.
Darah pada feses atau perubahan pola BAB tidak selalu berarti kanker. Beberapa kondisi lain yang gejalanya mirip:
- Wasir (hemoroid) pembengkakan pembuluh darah di area anus/rektum.
- Fisura ani robekan kecil pada kulit anus.
- Penyakit radang usus (IBD) seperti Crohn atau kolitis ulseratif.
- Infeksi saluran pencernaan atau efek samping obat/makanan tertentu.
Skrining Kanker Usus Kini Masuk Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Sejak pertengahan 2026, Kementerian Kesehatan RI resmi mengintegrasikan skrining kanker kolorektal sejak dini ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis Nasional (CKG), menyasar masyarakat usia 45 tahun ke atas yang berisiko tinggi. Alurnya berlapis:
- Kuesioner skrining kolorektal Asia Pasifik sebagai tahap awal.
- Pemeriksaan colok dubur digital untuk tahap lanjutan.
- Tes darah samar tinja (FOBT) khusus bagi yang teridentifikasi berisiko tinggi.
Untuk soal biaya, pembiayaan pengobatan kanker kolorektal saat ini sudah diakomodasi BPJS Kesehatan, meski Kementerian Kesehatan menyebutkan cakupannya belum menjangkau seluruh jenis terapi. Kolonoskopi tetap menjadi metode skrining paling akurat, meski sifatnya invasif dan umumnya butuh sedasi, karena itu program CKG dirancang berjenjang, mulai dari yang paling sederhana (kuesioner) sampai yang paling definitif.
Kapan Harus Mulai Skrining?
- Usia 45 tahun ke atas, sesuai rekomendasi yang kini juga jadi acuan Program CKG.
- Lebih awal jika ada riwayat keluarga dengan kanker kolorektal.
- Kapan pun, bila muncul kombinasi gejala pada tabel di atas, jangan menunggu usia patokan jika gejalanya sudah muncul.
Kanker di Indonesia Terus Naik.
Kanker kolorektal bukan kasus terisolasi, ini bagian dari tren kenaikan beban kanker nasional secara keseluruhan, yang diproyeksikan naik sekitar 70% pada 2050 jika deteksi dini tidak diperkuat.
Kesimpulan.
Tingginya angka pasien yang datang di stadium lanjut bukan cerminan penyakit ini tak bisa diobati, justru sebaliknya, ini soal seberapa cepat terdeteksi. Dengan skrining kini masuk program gratis pemerintah, alasan untuk menunda pemeriksaan jadi semakin sedikit.
Sumber & Referensi.
- Kasus Kanker Diprediksi Meningkat 70 Persen pada 2050 – (resmi) Kemkes.go.id.
- Kabar Baik! Skrining Kanker Kolorektal Masuk Program Cek Kesehatan Gratis – detikHealth.
- Skrining kanker kolorektal kini terintegrasi dalam program CKG Kemenkes – ANTARA News Kalteng.
- Begini Tahapan Gejala Kanker Usus Besar dari Stadium Awal hingga Akhir – detikHealth.
* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi medis atau gizi profesional.














