Jangan Terjebak! Gula Tersembunyi Ini Bikin Diabetes

Cerupon.web.id – Banyak orang sudah berusaha membatasi gula harian dengan memilih produk berlabel “less sugar” atau “no sugar”. Masalahnya, gula sering menyusup lewat jalur yang tidak disadari bukan cuma dari teh manis atau kue, tapi dari saus, minuman kemasan, hingga produk yang terkesan “sehat”.

Fenomena ini disebut hidden sugar, dan menjadi salah satu topik utama dalam detikcom Leaders Forum “Jebakan Hidden Sugar” pada Juni 2026, yang menghadirkan Kepala BPOM RI, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, perwakilan BPKN, dan ahli gizi dari Kalbe Nutritionals.

Masalahnya Ada di Kebiasaan Membaca.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa pencantuman informasi nilai gizi pada kemasan pangan berizin edar sudah diwajibkan sejak 2019. Masalahnya bukan ketiadaan informasi, melainkan rendahnya kebiasaan masyarakat membaca label tersebut sebelum membeli.

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Mufti Mubarok, menyoroti hal serupa dari sisi konsumen; istilah-istilah pada label pangan sering kali membingungkan, dan klaim pemasaran seperti “less sugar” atau “low sugar” bisa menciptakan kesan produk jauh lebih rendah gula daripada kenyataannya, sebuah “jebakan” yang mudah meloloskan konsumen dari kewaspadaan.

Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr. Laurencia Ardi, M.Gizi, AIFO-K, menekankan bahwa masyarakat perlu melihat lebih jauh dari sekadar angka “gula total” di tabel informasi nilai gizi, komposisi bahan juga penting dicermati, terutama untuk mengenali sukrosa atau gula tambahan lain yang berkontribusi pada batas konsumsi harian.

Berapa Batas Amannya?

Menurut dr. Laurencia, anjuran konsumsi gula harian untuk orang dewasa adalah sekitar 50 gram, setara 4-5 sendok makan, angka ini sejalan dengan pedoman Kementerian Kesehatan soal pembatasan Gula, Garam, dan Lemak (GGL).

Dalam forum yang sama, dr. Laurencia mengutip data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dan memperkirakan sekitar 60% masyarakat Indonesia, kurang lebih 2 dari 3 orang masih mengonsumsi makanan atau minuman manis setiap hari.

Mengenal Nutri-Level, Bukan Sekadar Tanda.

Sistem pelabelan yang sebelumnya sempat disinggung sebagai wacana, kini sudah resmi berjalan. BPOM menerbitkan Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2026 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan, ditandatangani April 2026 dan resmi diluncurkan akhir Juli 2026.

Sistem ini disebut Nutri-Level, menggunakan kombinasi warna dan huruf untuk menunjukkan kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) di bagian depan kemasan:

KategoriWarnaArti
AHijau TuaKandungan GGL sangat rendah
BHijau MudaKandungan GGL rendah
CKuningPerlu dikonsumsi dengan bijak
DMerahKonsumsi perlu dibatasi sesuai kebutuhan/kondisi kesehatan

Label merah (D) bukan larangan, produk tetap boleh dijual dan dikonsumsi, tapi sebagai sinyal agar konsumen lebih sadar dan membatasi porsinya. Pemerintah memberi masa transisi 24 bulan bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan kemasan, dengan penerapan awal difokuskan secara sukarela pada produk minuman manis sebelum meluas ke seluruh pangan olahan.

Kebijakan ini lahir dari kekhawatiran atas beban penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia, BPOM mencatat sekitar 22 juta penduduk Indonesia menderita diabetes, dan bila digabung dengan kondisi pradiabetes jumlahnya mencapai sekitar 31 juta orang.

Gula Bukan Musuh, Aktivitas Fisik Juga Berperan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengingatkan bahwa lonjakan kasus diabetes beberapa tahun terakhir tidak semata soal asupan gula, tapi juga rendahnya aktivitas fisik.

Menurutnya, kuncinya adalah keseimbangan antara asupan dan aktivitas bukan menghindari gula sepenuhnya, mengingat gaya hidup masyarakat modern yang serba mudah membuat gerak tubuh semakin berkurang.

Faktor Tambahan yang Perlu Diperhatikan.

Selain jumlah gula, dr. Laurencia menyarankan memperhatikan indeks glikemik (IG) makanan, seberapa cepat makanan tersebut melepaskan gula ke aliran darah. Makanan yang sangat manis, lunak, dan cepat dicerna umumnya memiliki IG lebih tinggi, sementara makanan yang butuh waktu lebih lama dikunyah cenderung memiliki IG lebih rendah dan melepaskan gula secara bertahap.

Cara Cepat Cek Gula di Label.

  • Lihat baris “Gula” pada Informasi Nilai Gizi, bandingkan dengan batas 50 gram/hari.
  • Baca daftar komposisi, bukan cuma tabel gizi, cari sukrosa, sirup jagung, atau nama gula lain di atas.
  • Begitu Nutri-Level mulai diterapkan pada produk yang Anda beli, jadikan kode warna sebagai referensi cepat sebelum membaca detail.
  • Untuk minuman kemasan, ingat bahwa satu porsi minuman manis sering kali sudah mendekati atau melebihi separuh batas gula harian sendirian.

Kesimpulan.

Informasi nilai gizi sebenarnya sudah tersedia di hampir semua kemasan pangan sejak 2019, masalahnya ada di kebiasaan membaca, bukan ketiadaan data. Dengan hadirnya Nutri-Level yang mulai diterapkan bertahap sejak 2026, konsumen akan punya cara yang lebih cepat untuk menilai kandungan gula suatu produk.

Sambil menunggu penerapannya meluas, kebiasaan membaca daftar komposisi dan menyeimbangkan asupan dengan aktivitas fisik tetap jadi langkah paling realistis untuk menghindari jebakan gula tersembunyi.

Sumber & Referensi.

  • BPOM RI, siaran pers persetujuan kebijakan Nutri-Level (6 April 2026). pom.go.id.
  • Fact Sheet Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 – Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes. badankebijakan.kemkes.go.id.
  • detikHealth, “Jebakan Batman Hidden Sugar di Pangan yang Bisa Berujung Diabetes” – liputan detikcom Leaders Forum, 5 Juni 2026. health.detik.com.

* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi medis atau gizi profesional.

Artikel ini terakhir diperbarui pada: WIB.

gaya hidup yang memiliki ketertarikan khusus pada pemenuhan nutrisi seimbang dari hidangan lokal. Ia aktif menulis tajuk rencana tentang cara menyiasati konsumsi jajanan tradisional dan makanan kaki lima favorit, mulai dari bubur ayam hingga nasi uduk agar tetap sejalan dengan prinsip gaya hidup sehat.