Sering Duduk Lama? Studi Ungkap Ancaman Kanker di Baliknya

Cerupon.web.id – Duduk terlalu lama tanpa jeda selama ini lebih sering dikaitkan dengan obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa pola duduk yang berlangsung lama tanpa diselingi aktivitas juga berkaitan dengan meningkatnya risiko kematian akibat kanker.

Studi yang diterbitkan di PLOS Medicine pada 2 Juli 2026 tersebut menganalisis data 91.292 peserta UK Biobank yang menggunakan alat pemantau aktivitas selama tujuh hari. Peserta kemudian dipantau selama median 12,38 tahun.

Peneliti tidak hanya melihat total waktu seseorang duduk, tetapi juga bagaimana waktu duduk tersebut terkumpul.

Duduk Lebih dari 30 Menit Tanpa Jeda Perlu Diperhatikan.

Dalam penelitian tersebut, perilaku sedentari berkepanjangan didefinisikan sebagai periode setidaknya 30 menit dengan sebagian besar waktunya digunakan untuk duduk atau aktivitas sedentari lainnya.

Hasilnya, setiap tambahan satu jam per hari dalam kondisi sedentari berkepanjangan dikaitkan dengan risiko kematian akibat kanker sekitar 9% lebih tinggi setelah memperhitungkan berbagai faktor lain.

Temuan tersebut sejalan dengan pernyataan peneliti utama, Dr. Frederick Ho dari University of Glasgow.

“Data kami menunjukkan bahwa duduk selama lebih dari 30 menit berturut-turut sangat terkait dengan risiko kanker yang lebih tinggi,” ujar Ho.

Namun, angka tersebut merupakan hubungan statistik, bukan bukti bahwa duduk selama satu jam secara langsung menyebabkan kanker. Penelitian ini merupakan studi observasional sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat.

Kanker Apa Saja yang Berkaitan?

Para peneliti menemukan hubungan antara sedentary behavior berkepanjangan dan sejumlah jenis kanker maupun kematian akibat kanker. Dalam analisis mereka, hubungan tersebut terlihat pada beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, kolorektal, hati, ginjal, pankreas, ovarium, esofagus, dan tiroid.

Baca Juga:  Cukup Jalan Kaki 30 Menit Sehari: Hidupmu Akan Berubah Drastis!

Meski demikian, hasil ini tidak berarti duduk lama merupakan penyebab langsung semua jenis kanker tersebut. Ada berbagai faktor lain yang memengaruhi risiko kanker, seperti usia, merokok, pola makan, berat badan, konsumsi alkohol, faktor genetik, serta kondisi kesehatan lainnya.

Mengapa Kurang Bergerak Bisa Berkaitan dengan Kanker?

Salah satu penjelasan yang dikemukakan ahli adalah dampak gaya hidup sedentari terhadap berat badan dan metabolisme tubuh. David Yashar, MD, ahli hematologi-onkologi yang tidak terlibat dalam penelitian, menjelaskan bahwa kurang bergerak dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas. Peningkatan jaringan lemak dapat memicu peradangan, yang diketahui berkaitan dengan risiko sejumlah kanker. Ia juga menyebut kemungkinan perubahan hormonal yang dapat memengaruhi kanker yang sensitif terhadap hormon, seperti kanker payudara.

Namun, mekanisme tersebut masih merupakan salah satu penjelasan biologis yang mungkin. Penelitian terbaru ini sendiri terutama menunjukkan asosiasi antara pola sedentari dan hasil kanker, bukan memastikan satu mekanisme penyebab.

Berita Baiknya, Tidak Harus Langsung Olahraga Berat.

Temuan penelitian justru memberikan pesan yang cukup praktis. Peneliti menemukan bahwa mengganti satu jam sedentari berkepanjangan per hari dengan aktivitas fisik ringan dikaitkan dengan risiko kematian akibat kanker sekitar 12% lebih rendah. Menggantinya dengan 30 menit aktivitas fisik sedang juga dikaitkan dengan risiko sekitar 8% lebih rendah.

Artinya, aktivitas sederhana tetap memiliki nilai. Berjalan kaki sebentar, berdiri, melakukan pekerjaan rumah, atau bergerak di sekitar ruangan dapat menjadi cara untuk memutus periode duduk yang panjang.

Dr. Ho juga menekankan bahwa memecah waktu duduk dengan aktivitas sederhana seperti berjalan singkat berpotensi memberikan manfaat.

Jangan Hanya Menghitung Lama Duduk.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pola duduk juga penting. Seseorang mungkin memiliki total waktu duduk yang cukup tinggi, tetapi sering menyelinginya dengan berdiri atau berjalan. Sebaliknya, orang lain dapat menghabiskan waktu panjang tanpa banyak bergerak.

Dalam penelitian, sedentary behavior yang terputus-putus justru dikaitkan dengan risiko kematian akibat kanker yang lebih rendah dibandingkan sedentari berkepanjangan. Karena itu, pekerja kantoran dapat mencoba memecah rutinitas dengan berdiri atau berjalan secara berkala, terutama ketika harus bekerja di depan komputer dalam waktu lama.

Baca Juga:  Pola Makan Tinggi Lemak Berisiko Kanker Usus? Ini Pembuktiannya

Kesimpulan.

Penelitian terbaru terhadap 91.292 peserta UK Biobank menemukan bahwa duduk atau melakukan aktivitas sedentari dalam periode panjang, terutama lebih dari 30 menit tanpa jeda, berkaitan dengan meningkatnya risiko kematian akibat kanker. Setiap tambahan satu jam sedentari berkepanjangan per hari dikaitkan dengan risiko sekitar 9% lebih tinggi.

Namun, penelitian tersebut bersifat observasional sehingga tidak membuktikan bahwa duduk lama secara langsung menyebabkan kanker. Kabar baiknya, mengganti sebagian waktu sedentari dengan aktivitas fisik ringan dikaitkan dengan risiko kematian akibat kanker yang lebih rendah. Bahkan berjalan singkat atau sekadar memutus periode duduk panjang dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi waktu tubuh tidak bergerak.

Jadi, tidak perlu menunggu waktu khusus untuk berolahraga. Mulailah dengan lebih sering bergerak dan jangan membiarkan tubuh duduk tanpa jeda terlalu lama.

Sumber & Referensi.

  • PLOS Medicine. Accelerometry-measured prolonged and interrupted sedentary behavior and cancer incidence and mortality: A cohort study of 91,292 UK Biobank participants – Zhou et al. (2026). journals.plos.org.
  • PubMed / U.S. National Library of Medicine. Accelerometry-measured prolonged and interrupted sedentary behavior and cancer incidence and mortality – Zhou et al. (2026). pubmed.ncbi.nlm.nih.gov.
  • University of Glasgow. Replacing sedentary behaviour could lower the risk of cancer death. gla.ac.uk.
  • The Guardian. Sitting for more than 30 minutes at a time linked to higher risk of cancer death. theguardian.com.
  • UK Biobank. Accelerometry-measured prolonged and interrupted sedentary behavior and cancer incidence and mortality. ukbiobank.ac.uk.
  • Medical News Today. Cancer: Why every extra hour of uninterrupted sitting may raise risk. medicalnewstoday.com.

* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi tenaga medis profesional.

Artikel ini terakhir diperbarui pada: WIB.

Menelusuri kaitan erat antara stabilitas hidup sehari-hari dan kesehatan mental. Liputannya sering mengupas bagaimana tekanan eksternal, seperti perencanaan keuangan pribadi hingga dinamika investasi saham, memengaruhi tingkat stres psikologis, sekaligus membagikan strategi untuk mencapai keseimbangan hidup.