Kabar Baik! Kematian Kanker Serviks Muda Inggris Nyaris Nol Berkat Vaksin HPV

Cerupon.web.id – Sebuah studi baru dari Inggris memberi bukti paling kuat sejauh ini bahwa vaksin HPV bukan cuma mencegah kasus kanker serviks, tapi benar-benar mencegah kematian akibatnya. Untuk pertama kalinya dalam catatan sejarah, tidak ada satu pun kematian akibat kanker serviks pada kelompok wanita usia 20-24 tahun di Inggris sepanjang 2020-2024.

Studi yang Diterbitkan The Lancet.

Penelitian yang dipimpin Profesor Peter Sasieni dari Queen Mary University of London (QMUL), didanai Cancer Research UK dan terbit di jurnal The Lancet pada 17 Juni 2026, menganalisis data mortalitas kanker serviks se-Inggris dari tahun 2001 hingga 2024, dibandingkan dengan cakupan vaksinasi HPV per kelompok kelahiran.

Program vaksinasi HPV nasional Inggris dimulai 2008, menyasar anak perempuan usia 12-13 tahun, dengan cakupan yang sempat menembus lebih dari 80% sebelum pandemi COVID-19.

Hasilnya, sekitar 200 nyawa wanita muda diperkirakan telah terselamatkan sejak program dimulai.

“Sungguh menakjubkan membayangkan bahwa hanya dengan satu suntikan, kita hampir bisa melenyapkan jenis kanker tertentu,” ujar Prof. Sasieni.

Kelompok yang divaksin sejak remaja awal mendapat proteksi terkuat, tanpa kematian sebelum usia 30 tahun. Wanita usia 30-34 tahun yang divaksin juga menunjukkan penurunan risiko kematian akibat kanker serviks hingga 63% dibanding yang tidak divaksin.

Baca Juga:  7 Gejala Awal Kanker Ini Sering Dianggap Penyakit Biasa, Waspada!

Satu Nuansa Penting yang Perlu Dipahami.

Ini bagian yang sering hilang dari pemberitaan “kematian nol,” para peneliti sendiri memberi catatan kehati-hatian penting. Angka nol kematian pada kelompok 20-24 tahun kemungkinan besar mencerminkan tingkat risiko dasar yang sudah sangat rendah, bukan berarti kanker serviks sebagai penyebab kematian sudah benar-benar lenyap secara permanen di kelompok usia ini.

Tanpa vaksin, diperkirakan sekitar 23 kematian akan terjadi di kelompok ini pada periode yang sama. Konteks lain yang juga relevan, cakupan vaksinasi HPV di Inggris justru menurun dari lebih 80% sebelum pandemi menjadi sekitar 71,7% untuk anak perempuan kelas 8 saat ini, pengingat bahwa keberhasilan ini bukan pencapaian final, melainkan hasil dari cakupan tinggi yang perlu terus dijaga.

Manfaat Vaksin HPV Tidak Berhenti di Kanker Serviks.

Sekitar 99% kasus kanker serviks dipicu infeksi HPV risiko tinggi. Tapi manfaat vaksinasi jauh lebih luas, HPV juga terkait dengan kanker anus, penis, vagina, vulva, mulut, tenggorokan, serta kutil kelamin, menjadikan vaksin ini relevan untuk laki-laki maupun perempuan.

Apa Artinya untuk Indonesia?

Ini bagian yang paling penting bagi Indonesia, kabar baik dari Inggris ini bukan sekadar berita luar negeri, Indonesia sedang menempuh jalur yang sama.

Di Indonesia, kanker leher rahim adalah kanker kedua paling umum pada perempuan setelah kanker payudara. Sejak 2023-2024, vaksin HPV resmi masuk dalam program imunisasi nasional wajib yang dibiayai negara, diberikan gratis kepada siswi kelas 5 dan 6 SD melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) setiap Agustus dan November.

Beberapa daerah bahkan sudah menerima vaksin ini sejak 2016. Perkembangan terbaru 2026, program mulai diperluas ke anak laki-laki kelas 5 SD (dimulai dari DKI Jakarta, Agustus 2026), sejalan dengan target WHO dan Indonesia mencapai 90% cakupan vaksinasi pada anak perempuan dan laki-laki sebelum usia 15 tahun pada 2030, bagian dari strategi eliminasi kanker serviks nasional.

Studi Inggris ini pada dasarnya menjadi bukti nyata, jika cakupan vaksinasi pada remaja Indonesia saat ini bisa dijaga tinggi dan konsisten, generasi yang sama berpotensi mengalami penurunan kematian akibat kanker serviks yang serupa dalam 15-20 tahun ke depan.

Baca Juga:  Waspada, Ini Efek Kanker Serviks Stadium Lanjut Menurut Dokter

Kesimpulan.

Data dari Inggris membuktikan sesuatu yang sebelumnya baru berupa teori, vaksinasi HPV pada usia remaja awal benar-benar menyelamatkan nyawa, bukan hanya mencegah kasus. Dengan Indonesia sudah memiliki program vaksinasi HPV gratis dan nasional sejak 2023-2024 serta target perluasan ke anak laki-laki, memastikan anak-anak mendapat vaksinasi tepat waktu adalah salah satu langkah pencegahan kanker paling terbukti yang bisa dilakukan orang tua saat ini.

Sumber & Referensi.

  • Queen Mary University of London, “Cervical cancer deaths plummet to record low thanks to HPV vaccine” (18 Juni 2026). qmul.ac.uk.
  • Fortune, “For the first time ever, no young women in England died of cervical cancer” (24 Juni 2026) – termasuk catatan kehati-hatian ilmiah dari peneliti. fortune.com.
  • TechTimes, data cakupan vaksinasi Inggris terkini (22 Juni 2026). techtimes.com.
  • WHO Indonesia, peringkat kanker serviks dan target cakupan 2030. who.int.
  • Indonesiabaik.id (Kominfo), status wajib dan pembiayaan vaksin HPV nasional. indonesiabaik.id.
  • Haijakarta.id, perluasan vaksin HPV untuk anak laki-laki, program BIAS 2026. haijakarta.id.

* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional.

Artikel ini terakhir diperbarui pada: WIB.

gaya hidup yang memiliki ketertarikan khusus pada pemenuhan nutrisi seimbang dari hidangan lokal. Ia aktif menulis tajuk rencana tentang cara menyiasati konsumsi jajanan tradisional dan makanan kaki lima favorit, mulai dari bubur ayam hingga nasi uduk agar tetap sejalan dengan prinsip gaya hidup sehat.