Tips Bugar Usia 79 Tahun dari Bos Sido Muncul yang Dulu Sakit-sakitan

Cerupon.web.id – Usia tidak selalu menjadi penghalang untuk tetap aktif. Hal tersebut terlihat dari sosok Irwan Hidayat, Direktur Utama sekaligus pemilik Sido Muncul, yang pada usia 79 tahun masih menjalani berbagai aktivitas dan dikenal memiliki ketertarikan kuat terhadap olahraga serta kebugaran.

Menariknya, kondisi tersebut tidak menggambarkan perjalanan kesehatannya sejak muda. Dalam wawancara oleh salah satu situs terkemuka pada 3 Juli 2026, Irwan bercerita bahwa ia pernah mengalami berbagai masalah kesehatan, mulai dari demam tifoid, gangguan ginjal, infeksi paru-paru, hingga depresi. Bahkan, ia pernah berada pada kondisi sangat lemah hingga kesulitan bangun dari tempat tidur.

Kini, ia justru membagikan sejumlah kebiasaan yang menurut pengalamannya membantu menjaga kebugaran. Namun, kisah Irwan sebaiknya tidak dipahami sebagai “resep pasti panjang umur”. Kebiasaan seseorang dapat menjadi inspirasi, tetapi manfaat kesehatan tetap perlu dilihat berdasarkan bukti ilmiah dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

1. Tidak Berlebihan Saat Makan.

Salah satu prinsip yang disampaikan Irwan terdengar sederhana, ia tidak memiliki banyak pantangan makanan, tetapi berusaha tidak makan secara berlebihan. Prinsip tersebut justru sejalan dengan salah satu dasar pola makan sehat.

Bukan berarti seseorang harus menghilangkan seluruh makanan favoritnya. Yang lebih penting adalah memperhatikan jumlah, frekuensi, dan keseimbangan makanan. Asupan energi yang terlalu tinggi secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas. Kondisi tersebut kemudian berkaitan dengan diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Karena itu, kebiasaan makan secukupnya dapat menjadi prinsip yang lebih realistis daripada melakukan diet ekstrem. Bukan berarti semua makanan bebas dimakan sebanyak mungkin Pernyataan “tidak ada pantangan” dalam pengalaman pribadi Irwan tidak berarti semua orang boleh mengabaikan kualitas makanan.

Pada usia lanjut, tubuh tetap membutuhkan protein, serat, vitamin, mineral, serta sumber lemak dan karbohidrat yang berkualitas. Pola makan yang sehat tetap perlu menyesuaikan kondisi seseorang, terutama jika sudah memiliki diabetes, hipertensi, penyakit ginjal, atau penyakit jantung.

2. Tetap Aktif Bergerak di Usia Lanjut.

Salah satu bagian paling menarik dari rutinitas Irwan adalah kebiasaannya berolahraga. Ia mengatakan telah menjalani Orhiba atau Olahraga Hidup Baru selama lebih dari 50 tahun. Menurut Irwan, latihan tersebut lebih banyak menekankan konsentrasi dan pernapasan dibandingkan aktivitas fisik yang berat. Ia juga sering melakukannya di kamar.

Baca Juga:  Ternyata Ada Aturannya! Kenali Ramuan Herbal yang Benar-Benar Jamu

Apapun jenis aktivitasnya, ada satu prinsip yang secara jelas didukung penelitian, orang lanjut usia tetap memperoleh manfaat dari aktivitas fisik. WHO merekomendasikan orang berusia 65 tahun ke atas melakukan sedikitnya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, atau 75 menit aktivitas intensitas berat. Mereka juga dianjurkan melakukan latihan penguatan otot setidaknya dua hari dalam seminggu. Untuk orang dengan masalah mobilitas, dan latihan keseimbangan.

Dengan demikian, pesan yang dapat ditiru dari kebiasaan Irwan bukan harus melakukan Orhiba, melainkan tetap aktif sesuai kemampuan tubuh.

3. Latihan Pernapasan dan Konsentrasi Bisa Menjadi Bagian dari Aktivitas.

Irwan menggambarkan Orhiba sebagai kegiatan yang melibatkan konsentrasi dan pernapasan. Latihan yang melibatkan kontrol pernapasan dapat memberikan efek relaksasi pada sebagian orang. Aktivitas semacam ini juga dapat menjadi cara untuk memperkenalkan kebiasaan bergerak kepada orang yang tidak nyaman melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.

Namun, belum cukup bukti untuk menyatakan bahwa satu metode latihan pernapasan tertentu dapat “melatih semua organ tubuh” atau secara langsung membuat seseorang sehat hingga usia lanjut. Karena itu, klaim tersebut sebaiknya diposisikan sebagai pengalaman pribadi Irwan, bukan sebagai fakta medis.

Bagi orang tua, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, latihan kekuatan ringan, latihan keseimbangan, tai chi, berenang, atau aktivitas lain yang sesuai kondisi kesehatan justru memiliki rekomendasi yang lebih kuat.

4. Tidur Tetap Perlu Diperhatikan.

Irwan mengatakan bahwa ia berusaha tidur sekitar enam jam sehari. Kebiasaan tersebut merupakan pengalaman pribadi, tetapi bukan berarti enam jam merupakan kebutuhan ideal bagi semua orang yang berusia 79 tahun.

National Institute on Aging (NIA) menyebut orang dewasa yang lebih tua umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap hari. Tidur yang cukup berkaitan dengan kesehatan fisik, kesehatan mental, serta kualitas hidup secara keseluruhan.

Jadi, pelajaran dari kebiasaan Irwan lebih tepat ditempatkan pada pentingnya memiliki rutinitas tidur, bukan mengejar angka enam jam secara khusus. Apabila seseorang secara rutin hanya tidur enam jam tetapi merasa mengantuk pada siang hari, sulit berkonsentrasi, atau mengalami gangguan tidur, durasi tersebut mungkin tidak cukup untuk kebutuhannya.

5. Temulawak dan Kunyit Menjadi Bagian dari Kebiasaan Pribadinya.

Sebagai tokoh yang sudah puluhan tahun berkecimpung di industri jamu, tidak mengherankan jika Irwan juga rutin mengonsumsi bahan herbal. Dalam wawancaranya, ia menyebut kunyit dan temulawak sebagai bagian dari kebiasaan yang telah dilakukannya selama bertahun-tahun.

Namun, pengalaman tersebut tidak dapat dijadikan bukti bahwa kedua tanaman tersebut merupakan penyebab utama kebugarannya pada usia 79 tahun. Penelitian mengenai senyawa aktif dalam kunyit, terutama kurkumin, memang terus berkembang untuk berbagai kesehatan. Tetapi hasil penelitian belum berarti bahwa mengonsumsi kunyit secara rutin dapat menjamin umur panjang atau mencegah penyakit tertentu.

Begitu juga dengan temulawak. Kandungan aktif seperti xanthorrhizol dan kurkuminoid sedang dipelajari untuk berbagai efek biologis, tetapi bukti klinis untuk menjadikannya sebagai “kunci panjang umur” masih belum terbukti.

6. Tetap Memiliki Aktivitas dan Tujuan Hidup.

Ada satu hal dari kisah Irwan yang sering kali luput dari pembahasan mengenai kebugaran, ia tetap aktif menjalankan berbagai kegiatan. Selain memimpin Sido Muncul, Irwan juga diketahui memiliki ketertarikan terhadap olahraga dan berbagai aktivitas bisnis. Dalam wawancara lain pada Juli 2026, ia mengatakan sejumlah bisnis yang dijalaninya berawal dari hal-hal yang memang ia sukai, termasuk olahraga.

Baca Juga:  Intip Menu Diet Jude Bellingham, Rahasia 2 Gol di Piala Dunia 2026

Memiliki aktivitas yang bermakna dapat menjadi bagian dari proses menua secara sehat. Tujuan hidup, interaksi sosial, aktivitas fisik, dan keterlibatan dalam kegiatan sehari-hari dapat membantu seseorang mempertahankan fungsi mental dan sosial seiring bertambahnya usia.

Namun, lagi-lagi, hal ini tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa aktivitas tersebut adalah satu-satunya penyebab kondisi fisiknya sekarang.

Usia 79 Tahun Bukan Penghalang untuk Tetap Aktif.

Pertambahan usia memang membawa perubahan pada massa otot, kepadatan tulang, daya tahan, keseimbangan, serta berbagai fungsi tubuh lainnya. Namun, proses tersebut bukan alasan untuk berhenti bergerak.

WHO menekankan bahwa beberapa aktivitas fisik tetap lebih baik daripada tidak melakukan aktivitas sama sekali, dan orang lanjut usia sebaiknya aktif sesuai kemampuan serta kondisi kesehatannya.

Jika seseorang baru mulai berolahraga di usia lanjut, tidak perlu langsung melakukan latihan berat. Mulailah dari aktivitas ringan yang aman, kemudian tingkatkan secara perlahan.

Untuk orang dengan riwayat penyakit jantung, masalah sendi, gangguan keseimbangan, atau kondisi kronis lainnya, jenis dan intensitas olahraga sebaiknya dibicarakan dengan tenaga kesehatan.

Kesimpulan.

Kebugaran Irwan Hidayat di usia 79 tahun memang menarik karena perjalanan kesehatannya tidak selalu mulus. Ia mengaku pernah mengalami berbagai masalah kesehatan ketika muda, tetapi kini tetap aktif dan menjalankan sejumlah kebiasaan yang menurut pengalamannya membantu menjaga kondisi tubuh.

Di antaranya adalah makan tanpa berlebihan, rutin melakukan aktivitas fisik melalui Orhiba, memperhatikan tidur, serta mengonsumsi temulawak dan kunyit. Namun, penting untuk membedakan antara pengalaman pribadi dan bukti ilmiah.

Tidak ada bukti bahwa Orhiba, tidur enam jam, atau konsumsi herbal tertentu dapat menjamin seseorang tetap sehat hingga usia 79 tahun. Sebaliknya, bukti yang lebih kuat menunjukkan bahwa aktivitas fisik teratur, pola makan seimbang, tidur cukup, pengendalian penyakit, serta hubungan sosial dan aktivitas yang bermakna merupakan bagian penting dari penuaan sehat.

Karena itu, pelajaran paling berharga dari kisah Irwan bukanlah mencari satu “rahasia awet muda”, melainkan membangun kebiasaan sehat yang realistis dan konsisten selama mungkin.

Sumber & Referensi.

  • World Health Organization (WHO). Physical Activity. who.int.
  • detikHealth. Pernah Sakit-sakitan, Bos Sido Muncul Ungkap Rahasia Tetap Bugar di Usia 79 Tahun (2026). health.detik.com.
  • detikFood. Bos Sido Muncul Ungkap Alasan Buka Resto Ayam Goreng Bima Yamgor (2026). food.detik.com.
  • Trubus. Irwan Hidayat: Jamu Meningkatkan Kekebalan Tubuh. trubus.id.

* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi tenaga medis profesional.

Artikel ini terakhir diperbarui pada: WIB.

gaya hidup yang memiliki ketertarikan khusus pada pemenuhan nutrisi seimbang dari hidangan lokal. Ia aktif menulis tajuk rencana tentang cara menyiasati konsumsi jajanan tradisional dan makanan kaki lima favorit, mulai dari bubur ayam hingga nasi uduk agar tetap sejalan dengan prinsip gaya hidup sehat.