Alasan Kanker Intai Anak Muda, Ilmuwan Sebut Penuaan Biologis
Cerupon.web.id – Kanker umumnya lebih banyak ditemukan pada usia lanjut. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, perhatian ilmuwan semakin tertuju pada kanker onset dini, yaitu kanker yang didiagnosis sebelum usia 50 tahun.
Data global menunjukkan jumlah kasus kanker pada kelompok usia tersebut meningkat. Analisis yang menjadi dasar penelitian terbaru di Nature Medicine mencatat bahwa antara 1990 dan 2019, kejadian kanker pada usia di bawah 50 tahun meningkat sekitar 24 persen secara global.
Salah satu pertanyaan yang kemudian muncul adalah mengapa generasi yang lebih muda tampaknya mengalami beberapa penyakit terkait usia lebih awal. Penelitian terbaru memberikan satu petunjuk menarik, percepatan penuaan biologis mungkin berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker onset dini.
Usia di Identitas Berbeda dengan Usia Biologis.
Usia kronologis adalah usia seseorang berdasarkan tanggal lahir. Sementara itu, usia biologis menggambarkan kondisi fisiologis tubuh berdasarkan berbagai indikator kesehatan dan fungsi tubuh.
Dua orang yang sama-sama berusia 40 tahun secara kronologis belum tentu memiliki kondisi biologis yang sama. Salah satunya dapat memiliki profil biologis yang relatif sehat, sementara yang lain menunjukkan tanda-tanda penuaan yang lebih cepat.
Untuk mengukur kondisi tersebut, para peneliti menggunakan sejumlah metode yang disebut biological aging clocks atau jam biologis. Salah satunya adalah PhenoAge, yang menggunakan sejumlah parameter klinis untuk memperkirakan tingkat penuaan biologis seseorang.
Studi Melibatkan Lebih dari 154 Ribu Orang.
Penelitian yang diterbitkan di Nature Medicine pada 22 Juni 2026 menganalisis 154.169 peserta dari UK Biobank. Peneliti membandingkan tingkat penuaan biologis pada berbagai kelompok kelahiran dan kemudian melihat hubungannya dengan kemunculan kanker solid sebelum usia 50 tahun. Hasilnya kemudian sebagian divalidasi menggunakan data 10.262 peserta dari All of Us Research Program di Amerika Serikat.
Hasilnya menunjukkan bahwa ukuran penuaan sistemik berdasarkan PhenoAge meningkat pada kelompok kelahiran yang lebih muda. Pada peserta yang lahir antara 1965-1974, tingkat penuaan biologis berdasarkan ukuran tersebut sekitar 23 persen standar deviasi lebih tinggi dibandingkan mereka yang lahir pada 1950-1954 ketika dibandingkan pada usia kronologis yang sama.
Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk bahwa perubahan kondisi biologis tubuh mungkin ikut menjelaskan meningkatnya kanker pada usia lebih muda.
Penuaan Biologis Berkaitan dengan Risiko Kanker Lebih Tinggi.
Para peneliti kemudian melihat apakah perbedaan usia biologis tersebut berhubungan dengan risiko kanker. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu standar deviasi pada ukuran usia biologis dikaitkan dengan sekitar 8 persen peningkatan risiko kanker solid onset dini. Hubungan tersebut terutama terlihat pada kanker:
- Paru-paru.
- Saluran pencernaan.
- Rahim.
Jadi, angka 8 persen tersebut bukan berarti seseorang yang “terlihat lebih tua” otomatis memiliki risiko kanker 8 persen lebih tinggi. Angka tersebut merupakan ukuran asosiasi statistik dalam penelitian.
Sistem Kekebalan Tubuh Juga Menjadi Sorotan.
Penelitian ini tidak hanya melihat penuaan tubuh secara keseluruhan. Para peneliti juga menganalisis penuaan organ tertentu berdasarkan protein dalam darah. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan antara penuaan sistem kekebalan tubuh dengan kanker paru-paru onset dini. Sementara itu, penuaan jaringan lemak berkaitan dengan kanker kolorektal onset dini.
Temuan tersebut menarik karena menunjukkan bahwa penuaan biologis mungkin tidak terjadi secara seragam di seluruh tubuh. Organ atau sistem tertentu dapat mengalami perubahan biologis yang berbeda dan mungkin memiliki hubungan dengan jenis penyakit tertentu.
Apakah Ini Berarti Tubuh Anak Muda Sekarang Menua Lebih Cepat?
Belum bisa disimpulkan sesederhana itu. Penelitian memang menemukan adanya pola penuaan biologis yang lebih cepat pada kelompok kelahiran yang lebih baru. Namun, para peneliti tidak menyatakan bahwa seluruh anak muda saat ini pasti mengalami penuaan dini.
Usia biologis dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetika, lingkungan, gaya hidup, kondisi sosial, metabolisme, serta berbagai paparan sepanjang hidup. Penelitian Nature Medicine sendiri menyebut ukuran penuaan biologis sebagai pendekatan integratif yang kemungkinan mencerminkan akumulasi berbagai faktor risiko, bukan sebagai satu penyebab tunggal kanker.
Penuaan Biologis Belum Menjadi Diagnosis Kanker.
Temuan ini memang menarik, tetapi belum berarti orang dapat melakukan tes usia biologis kemudian mengetahui apakah dirinya akan terkena kanker. Para peneliti menekankan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami mekanisme yang mendasari hubungan tersebut.
Selain itu, temuan ini berasal dari penelitian populasi dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Artinya, penuaan biologis yang lebih cepat mungkin menjadi penanda atau bagian dari proses biologis yang berkaitan dengan risiko kanker, tetapi belum bisa dikatakan sebagai penyebab tunggal.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Penelitian ini tidak mengubah prinsip dasar pencegahan kanker. Faktor risiko yang sudah diketahui tetap perlu diperhatikan, termasuk merokok, konsumsi alkohol berlebihan, obesitas, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, serta paparan lingkungan tertentu.
Menjaga berat badan sehat, aktif bergerak, mengonsumsi makanan bergizi, tidak merokok, membatasi alkohol, dan mengikuti pemeriksaan kesehatan yang sesuai usia serta faktor risiko tetap menjadi langkah penting.
Penelitian mengenai usia biologis justru membuka kemungkinan bahwa pada masa depan, penilaian kondisi biologis tubuh dapat membantu ilmuwan memahami risiko penyakit dengan lebih personal.
Kesimpulan.
Penuaan biologis yang lebih cepat menjadi salah satu petunjuk baru yang mungkin membantu menjelaskan meningkatnya kanker onset dini pada generasi yang lebih muda. Studi Nature Medicine terhadap 154.169 peserta UK Biobank menemukan bahwa tingkat penuaan biologis meningkat pada kelompok kelahiran yang lebih baru dan bahwa usia biologis yang lebih maju berkaitan dengan peningkatan risiko kanker solid onset dini, terutama kanker paru-paru, saluran pencernaan, dan rahim.
Namun, temuan tersebut belum membuktikan bahwa penuaan biologis adalah penyebab langsung kanker pada anak muda. Kondisi ini kemungkinan merupakan gambaran dari berbagai faktor biologis dan lingkungan yang terakumulasi sepanjang kehidupan.
Karena itu, penelitian mengenai jam biologis masih menjadi bidang yang berkembang. Untuk saat ini, menjaga berat badan, aktif bergerak, menerapkan pola makan sehat, tidak merokok, membatasi alkohol, dan melakukan deteksi kanker sesuai risiko tetap menjadi langkah yang paling masuk akal.
Sumber & Referensi.
- Nature Medicine. Biological aging and generational shifts in early-onset cancer risk – Tian et al. (2026). nature.com.
- PubMed / U.S. National Library of Medicine. Biological aging and generational shifts in early-onset cancer risk – Tian et al. (2026), PMID 42332142. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov.
- UK Biobank. Biological aging and generational shifts in early-onset cancer risk. ukbiobank.ac.uk.
- Nature Medicine – Research Briefing. Biological aging might help to explain the rising risk of early-onset cancer (2026). nature.com.
- PLOS Medicine. A new aging measure captures morbidity and mortality risk across diverse subpopulations from NHANES IV: a cohort study – Liu et al. (2018). journals.plos.org.
* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi tenaga medis profesional.














