Sebelum Terlambat, Kenali Tanda Awal Kolesterol Tinggi Ini
Cerupon.web.id – Kolesterol tinggi kerap mendapat julukan sebagai silent killer atau pembunuh senyap. Istilah ini bukan tanpa alasan, sebab seseorang bisa saja memiliki kadar lemak yang sangat tinggi di dalam darahnya tanpa merasakan keluhan fisik apa pun.
Tubuh tetap terasa bugar, bebas dari nyeri dada, sesak napas, atau gejala mencurigakan lainnya. Namun di balik itu, kolesterol tinggi bekerja secara diam-diam mempertebal dinding pembuluh darah arteri, menyumbat jalannya aliran darah, hingga akhirnya berujung pada serangan jantung atau stroke secara mendadak.
Sering kali, kondisi medis ini baru disadari ketika dampaknya sudah sangat fatal. Padahal, jika kita lebih peka, tubuh sebenarnya mengirimkan sinyal-sinyal halus saat kadar kolesterol mulai melonjak melampaui batas normal. Berikut adalah beberapa petunjuk samar pada tubuh yang wajib Anda waspadai.
Mengincar Generasi Muda, Jangan Anggap Sepele.
Jangan pernah berasumsi bahwa ancaman kolesterol tinggi hanya berlaku bagi kelompok lanjut usia (lansia). Berdasarkan data dari National Health and Nutrition Examination Survey, sekitar 11,3 persen orang dewasa berusia 20 tahun ke atas di Amerika Serikat terdeteksi mengidap kolesterol tinggi. Angka ini setara dengan hampir 25 juta orang yang hidup dengan kadar kolesterol di atas 240 mg/dL.
Meskipun risiko penyakit ini meningkat tajam saat memasuki usia 40 hingga 50 tahun, anak muda yang masih berusia 20-an dan 30-an kini dituntut untuk lebih waspada. Dr. Ashish Kumar Govil, seorang spesialis jantung dari Max Super Speciality Hospital Noida, India, menjelaskan bahwa penumpukan kolesterol sering kali dikaitkan dengan proses penuaan, padahal proses penyumbatan pembuluh darah bisa terjadi jauh lebih awal dari yang diperkirakan.
“Kolesterol dapat mengendap di dalam tubuh tanpa menunjukkan gejala klinis yang kasat mata, hingga akhirnya memicu komplikasi fatal seperti stroke atau penyakit jantung. Oleh karena itu, sangat krusial bagi setiap orang untuk memeriksa kadar kolesterol mereka sedini mungkin,” ujar dr. Govil seperti dilansir dari Times of India.
Kemunculan “Cincin” Misterius di Area Mata.
Salah satu indikator visual dari kadar kolesterol tinggi yang jarang disadari dapat dideteksi melalui pemeriksaan mata sederhana. Cobalah berdiri di depan cermin dan amati bagian kornea atau lingkaran berwarna pada mata Anda (iris).
Jika Anda melihat adanya bayangan lingkaran atau cincin berwarna putih keabu-abuan yang mengitari kornea, kondisi ini dikenal sebagai corneal arcus. Fenomena fisik ini merupakan alarm nyata bahwa tubuh Anda sedang mengalami penumpukan kolesterol yang signifikan.
Secara medis, corneal arcus terbentuk akibat kebocoran kolesterol dan lipoprotein dari pembuluh darah mata yang kemudian mengendap di area kornea. Endapan tersebut didominasi oleh low-density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat.
Menurut riset yang dirilis dalam Journal of Translational Medicine, individu berusia di bawah 50 tahun yang memiliki tanda visual ini memiliki risiko yang jauh lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner. Jika Anda menemukan tanda ini di usia muda, jangan tunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
Tumbuhnya Benjolan Lemak di Kulit (Xanthoma).
Selain pada indra penglihatan, sinyal fisik lain yang patut diwaspadai adalah munculnya xanthoma. Ini adalah kondisi di mana muncul benjolan kecil berwarna kekuningan bertekstur padat di bawah permukaan kulit. Benjolan yang berisi akumulasi kolesterol ini biasanya tumbuh di beberapa bagian tubuh tertentu, seperti:
- Kelopak mata (disebut sebagai xanthelasma)
- Siku tangan
- Lutut kaki
- Tendon Achilles (area di bagian belakang tumit)
Banyak orang yang keliru menganggap benjolan ini sebagai jerawat biasa atau masalah kulit ringan lainnya. Padahal, xanthoma adalah tanda bahwa kadar kolesterol dalam darah sudah sangat jenuh sehingga mulai meluap dan menumpuk pada jaringan kulit luar.
Apa Saja Faktor Pemicu Kolesterol Tinggi?
Dr. Govil menjelaskan bahwa bagi kelompok usia produktif, melonjaknya kadar kolesterol jahat umumnya dipicu oleh kebiasaan dan gaya hidup sehari-hari yang kurang sehat, antara lain:
- Kebiasaan mengonsumsi makanan olahan (processed food) serta makanan yang tinggi kandungan lemak jenuh secara berlebihan.
- Kurangnya aktivitas fisik atau kebiasaan malas bergerak (mager).
- Kebiasaan merokok aktif.
- Tingkat stres tinggi yang tidak dikelola dengan baik.
Di samping faktor perilaku, kondisi medis bawaan seperti obesitas, diabetes tipe 2, serta faktor genetika (riwayat keluarga) juga memiliki andil besar. Jika orang tua Anda memiliki riwayat kolesterol tinggi, maka Anda dituntut untuk melipatgandakan kewaspadaan.
Cegah Sebelum Terlambat, Lakukan Pemeriksaan Sejak Dini.
Ketika tubuh mulai memunculkan gejala berat seperti sesak napas, mudah lelah, atau nyeri pada dada, hal tersebut menandakan bahwa penyumbatan pembuluh darah sudah berada pada tahap yang sangat serius. Menunggu hingga gejala-gejala kronis ini muncul adalah keputusan yang terlambat karena kerusakan sistem kardiovaskular telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Satu-satunya metode valid untuk mengetahui kadar kolesterol secara akurat adalah melalui tes darah atau pemeriksaan profil lipid. Tes laboratorium ini akan mengukur secara mendetail kadar kolesterol total, kolesterol jahat (LDL), kolesterol baik (HDL), serta trigliserida dalam darah Anda.
Para pakar kesehatan sangat merekomendasikan orang dewasa yang sehat untuk melakukan pemeriksaan kolesterol setidaknya sekali setiap 4 hingga 6 tahun, dimulai sejak usia 20 tahun. Namun, bagi Anda yang memiliki faktor risiko tinggi, menjalani gaya hidup pasif, atau mendapati tanda-tanda fisik pada mata dan kulit seperti yang dijelaskan di atas, segera lakukan tes profil lipid di fasilitas kesehatan terdekat.
Kesimpulan.
Kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala, sehingga pemeriksaan profil lipid menjadi cara utama untuk mengetahuinya. Jika kadar LDL tetap tinggi dalam jangka panjang, risiko penumpukan plak di pembuluh darah dan penyakit kardiovaskular dapat meningkat.
Tanda fisik seperti corneal arcus, xanthelasma, dan xanthoma tendon memang dapat ditemukan pada sebagian orang dengan hiperkolesterolemia, terutama pada familial hypercholesterolemia (FH). Namun, tanda-tanda tersebut bukan gejala khas kolesterol tinggi pada umumnya dan tidak dapat memastikan seseorang memiliki kadar kolesterol tinggi. Corneal arcus yang muncul pada usia muda justru dapat menjadi petunjuk untuk mencari FH.
Karena itu, jangan menunggu munculnya tanda pada mata atau kulit untuk memeriksakan kolesterol. Orang dewasa dianjurkan menjalani pemeriksaan lipid secara berkala, dengan frekuensi yang disesuaikan berdasarkan usia dan faktor risiko.
Sumber & Referensi.
- American Heart Association (AHA). What Is Cholesterol? heart.org.
- Nanchen D, et al. The value of physical signs in identifying patients with familial hypercholesterolemia in the era of genetic testing. Journal of Cardiology. 2020. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov.
- Winder AF, Jolleys C, Day LB, Butowski P. Corneal arcus, case finding and definition of individual clinical risk in familial hypercholesterolaemia. Clinical Genetics. 1998;54(6):497-502. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov.
- American Heart Association (AHA). Heart-Health Screenings. heart.org.
* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi tenaga medis profesional.














