Terungkap! 5 Hewan Jenius Selain Simpanse yang Tak Terduga

Cerupon.web.id – Simpanse sering kali menjadi tolok ukur dalam diskusi tentang kecerdasan hewan, tak lain karena kedekatan genetiknya dengan manusia; hampir 99 persen DNA kita berbagi kesamaan. Kedekatan ini menjadikannya salah satu spesies paling cerdas di muka Bumi.

Bahkan, sebuah riset yang dimuat dalam jurnal Nature pada tahun 2014 mengungkapkan bahwa simpanse mampu melampaui kemampuan manusia dalam beberapa uji coba yang mengasah fungsi otak dan daya ingat. Namun, bukan hanya simpanse yang menunjukkan kapasitas kognitif istimewa. Banyak spesies lain juga memiliki tingkat kecerdasan yang mengejutkan.

Memahami Indikator Kecerdasan Hewan.

Para ilmuwan masih terus berupaya merumuskan definisi tunggal yang pasti untuk mengukur kecerdasan pada hewan. Namun, beberapa parameter umum sering dijadikan indikator.

Ini termasuk rasio ukuran otak terhadap tubuh, total ukuran otak, kognisi sosial, kemampuan berhitung, penggunaan alat, ekspresi emosi, pengenalan diri dan bahasa, serta keterampilan dalam pemecahan masalah.

Meskipun faktor-faktor ini masih diperdebatkan apakah secara mutlak mencerminkan kecerdasan hewan, tak dapat dimungkiri bahwa sejumlah spesies menampilkan kemampuan kognitif yang memukau, bahkan terkadang setara dengan manusia.

Mengutip dari Live Science, berikut adalah lima hewan dengan tingkat kecerdasan yang patut diacungi jempol:

1. Lumba-lumba.

Lumba-lumba
Lumba-lumba

Lumba-lumba kerap disebut sebagai makhluk terpintar kedua di Bumi, hanya setelah simpanse. Mamalia laut ini hidup dalam struktur sosial yang sangat rumit, piawai dalam memahami konsep-konsep abstrak, cakap menggunakan alat, dan mahir memecahkan berbagai persoalan.

Studi-studi menunjukkan bahwa lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus) bahkan sanggup mengenali pantulan dirinya sendiri di cermin.

Kecerdasan lumba-lumba juga tercermin dari kemampuannya mempelajari instruksi manusia. Pada tahun 2013, peneliti menemukan bahwa lumba-lumba memiliki “nama” unik berupa siulan khas untuk saling mengenali satu sama lain. Yang lebih menakjubkan, mereka bisa mengingat siulan tersebut hingga dua dekade.

2. Paus Sperma.

Paus Sperma
Paus Sperma

Paus sperma (Physeter macrocephalus) menyandang predikat pemilik otak terbesar di antara semua hewan di planet ini, dengan bobot rata-rata mencapai 7,8 kilogram. Walaupun perdebatan mengenai korelasi langsung antara ukuran otak dan kecerdasan masih berlanjut di kalangan ilmuwan, banyak yang sepakat bahwa paus sperma merupakan salah satu makhluk paling cerdas yang menghuni samudra.

Hewan-hewan ini membentuk ikatan keluarga yang sangat kuat. Untuk berkomunikasi, paus sperma mengeluarkan pola bunyi klik yang dikenal sebagai koda. Koda ini bervariasi antara satu kelompok dengan kelompok lainnya, mirip dengan keberadaan dialek dalam bahasa manusia.

Ironisnya, pada abad ke-19, paus sperma menjadi target utama pemburu. Namun, penelitian mengungkap fakta menarik: mereka saling mengajarkan strategi untuk menghindari serangan para pemburu tersebut, menunjukkan kecerdasan adaptif yang luar biasa.

3. Merpati.

Merpati
Merpati

Merpati mungkin tampak sederhana, namun burung ini memiliki kemampuan luar biasa: berhitung, mengenali kata-kata, daya ingat yang impresif, serta penglihatan yang sangat tajam. Mereka juga mampu mengkategorikan berbagai jenis objek dengan akurat.

Pada tahun 2015, sebuah eksperimen melatih merpati untuk mengelompokkan 128 gambar ke dalam 16 kategori. Hasilnya, ketika diperlihatkan gambar baru yang belum pernah dilihat namun termasuk dalam kategori yang sama, merpati tetap mampu mengelompokkannya dengan benar.

Selain itu, merpati juga menunjukkan kemampuan untuk mengenali citra dirinya sendiri di cermin, sebuah indikator kesadaran diri yang jarang ditemukan pada hewan lain.

4. Gajah.

Gajah
Gajah

Jika paus sperma adalah pemegang rekor otak terbesar di lautan, maka gajah adalah yang terbesar di daratan. Hewan berbadan raksasa ini memiliki memori yang fenomenal, kecerdasan sosial yang tinggi, kemampuan memecahkan masalah yang sangat baik, serta emosi yang kompleks dan mendalam.

Sebuah studi pada tahun 2014 menemukan bahwa gajah Afrika sanggup mengidentifikasi suara manusia yang paling berpotensi mengancam, membedakannya berdasarkan etnis, jenis kelamin, dan usia.

Kisah mengharukan dari The Humane League pada tahun 1999 menceritakan dua ekor gajah yang bertemu kembali di sebuah suaka di Tennessee dan menunjukkan kegembiraan luar biasa. Ternyata, mereka pernah terpisah setelah bertemu di sirkus 23 tahun sebelumnya.

Gajah juga dikenal sebagai salah satu makhluk paling empatik di dunia. Mereka hidup dalam kelompok keluarga yang solid, saling menolong saat menghadapi kesulitan, dan bahkan menunjukkan perilaku berduka yang jelas ketika kehilangan anggota kelompoknya.

5. Gurita.

Gurita
Gurita

Para peneliti memperkirakan bahwa gurita biasa memiliki sekitar 500 juta neuron dalam sistem sarafnya, jumlah yang setara dengan anjing. Uniknya, meskipun memiliki otak utama layaknya manusia sebagai pusat saraf, gurita juga dibekali “otak mini” di setiap tentakelnya.

Ini berarti mereka memiliki total sembilan otak! Sistem saraf yang terdistribusi ini memungkinkan setiap tentakel untuk bergerak dan bertindak secara independen dengan presisi tinggi.

Gurita adalah ahli dalam melarikan diri dan memecahkan teka-teki. Kemampuan mereka mencakup membuka tutup toples dari dalam, melepaskan simpul, hingga mengenali wajah manusia.

Pada tahun 2009, peneliti menemukan gurita asal Indonesia yang mengumpulkan cangkang kelapa terbuka, kemudian menggunakannya sebagai pelindung tubuh, sebuah bukti penggunaan alat yang cerdik.

Meskipun secara genetik lebih dekat dengan moluska lain seperti cumi-cumi dan sotong daripada manusia, terdapat kesamaan genetik yang menarik antara gurita dan manusia. Ilmuwan menemukan gurita memiliki transposon, atau “gen lompat,” jenis gen yang juga ditemukan pada manusia.

Transposon adalah urutan DNA yang dapat menyalin dan menempelkan dirinya, atau berpindah ke lokasi lain dalam genom, dan gen ini telah terbukti berperan penting dalam evolusi genom pada berbagai spesies.

Kesimpulan.

Simpanse memang terkenal karena kedekatan evolusionernya dengan manusia dan kemampuan kognitifnya yang kompleks. Namun, penelitian menunjukkan bahwa berbagai spesies lain juga memiliki kemampuan luar biasa.

Lumba-lumba mampu membangun hubungan sosial kompleks dan mempertahankan memori vokal dalam jangka sangat panjang. Paus sperma memiliki komunikasi sosial yang kompleks dan pola vokal yang berbeda antar kelompok. Merpati dapat mempelajari kategori visual dan melakukan generalisasi terhadap stimulus baru. Gajah mempunyai kemampuan memori sosial serta mampu membedakan informasi dari suara manusia. Sementara itu, gurita memperlihatkan kemampuan memecahkan masalah.

Hal yang paling menarik bukanlah menentukan siapa yang “paling pintar”, melainkan memahami bahwa kecerdasan dapat muncul dalam berbagai bentuk. Hewan tidak harus berpikir seperti manusia untuk memiliki kemampuan kognitif yang mengagumkan. Justru, perbedaan cara mereka belajar, berkomunikasi, mengingat, dan memecahkan masalah menunjukkan betapa beragamnya hasil evolusi sistem saraf di Bumi.

Sumber & Referensi.

  • Proceedings of the Royal Society B. Dolphins recognize individual-specific vocal labels through long-term memory. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov.
  • Proceedings of the Royal Society B. Wild African elephants discriminate between familiar and unfamiliar human voices. royalsocietypublishing.org.
  • Current Biology / Cell Press. Tool Use in Wild Octopus. cell.com.
  • Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS). The elephant brain in numbers. pnas.org.
  • Frontiers in Psychology. Pigeons can discriminate between paintings by different artists. frontiersin.org.
  • Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS). Number of neurons in the brain and brain components of the African elephant. pnas.org.
  • Science. Mirror self-recognition in the bottlenose dolphin: A case of cognitive convergence. science.org.
  • Nature. The cognitive abilities of chimpanzees and humans. nature.com.
  • Smithsonian Ocean. ocean.si.edu.
  • National Geographic. nationalgeographic.com.

* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi tenaga medis profesional.

Artikel ini terakhir diperbarui pada: WIB.

Fokus pada liputan mendalam dan berita medis terkini. Berbekal pemahaman mengenai administrasi rumah sakit dan alur kerja klinis, artikel-artikelnya menyajikan informasi yang akurat seputar inovasi fasilitas pelayanan pasien, standar keperawatan, dan isu-isu krusial di dunia medis.