Favorit Gen Z, 4 Khasiat Matcha untuk Kesehatan

Cerupon.web.id – Hampir setiap kafe estetik saat ini punya menu hijau pekat andalan: matcha. Dari matcha latte hangat, hingga aneka dessert. Bagi Gen Z, bubuk teh hijau asal Jepang ini sudah bergeser dari sekadar tren rasa menjadi simbol gaya hidup sehat.

Sama-sama dari tanaman Camellia sinensis, tapi metode budidaya matcha membuatnya unggul secara nutrisi. Beberapa minggu sebelum panen, petani menutupi tanaman teh dari sinar matahari langsung. Minimnya cahaya ini memicu tanaman memproduksi klorofil lebih melimpah, meningkatkan kadar asam amino, dan menghasilkan warna hijau pekat khasnya.

Setelah dipetik, batang dan urat daun dibuang, daun murni yang tersisa digiling perlahan jadi bubuk halus. Karena Anda mengonsumsi seluruh daun yang dihaluskan, bukan sekadar air seduhannya, tubuh menerima nutrisi lebih utuh, termasuk antioksidan dan kafein dalam kadar lebih tinggi dibanding teh hijau seduh biasa.

1. Sumber Antioksidan yang Kuat.

Matcha kaya katekin, senyawa tanaman yang bekerja sebagai antioksidan alami penangkal radikal bebas. Riset menunjukkan bahwa meski proses budidaya di tempat teduh sempat menurunkan kadar katekin pada daun, saat diseduh menjadi minuman, matcha justru melepaskan antioksidan dalam jumlah lebih tinggi dibanding teh hijau biasa karena keseluruhan daun ikut terkonsumsi.

Baca Juga:  Kopi vs Teh Hijau: Mana yang Lebih Efektif Menurunkan Berat Badan?

2. Memunculkan Fokus dan Fungsi Kognitif.

Ini perihal yang justru didukung riset klinis cukup solid. Sejumlah studi dari peneliti Jepang, termasuk uji acak pada individu lanjut usia yang mengonsumsi 2-3 gram matcha selama 12 minggu, menemukan perbaikan reaksi, akurasi respons, dan fungsi atensi dibanding kelompok plasebo. Studi lain pada remaja juga menemukan matcha membantu mempertahankan fungsi atensi bahkan setelah mengalami psikologis (stres ringan).

Menariknya, meski kandungan kafein matcha cukup tinggi, efek “gelisah” seperti pada kopi jarang dirasakan. Ini berkat L-theanine, asam amino yang bekerja sinergis dengan kafein, memberi efek tenang sekaligus menjaga kewaspadaan mental, sambil mencegah energy crash drastis yang sering muncul setelah minum kopi.

3. Membantu Manajemen Berat Badan.

Teh hijau lama dikenal sebagai penunjang alami program diet. Tinjauan klinis menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak teh hijau rutin selama 12 minggu, dikombinasikan dengan olahraga teratur dan pola makan seimbang, berkaitan dengan penurunan indeks massa tubuh (IMT).

Frasa kuncinya di sini adalah “dikombinasikan” dengan matcha (bukan solusi utama penurun berat badan). Sebagai bentuk teh hijau paling pekat, potensi manfaatnya terhadap metabolisme memang lebih terkonsentrasi, tapi tanpa pola makan dan aktivitas fisik yang mendukung, efeknya akan sangat sedikit.

4. Mendukung Kesehatan Hati.

Analisis terhadap belasan studi menunjukkan kebiasaan minum teh hijau berkaitan dengan penurunan risiko penyakit hati. Pada penderita perlemakan hati non-alkohol (NAFLD), konsumsi matcha terkait dengan penurunan kadar enzim hati yang berlebih, indikator berkurangnya kerusakan sel hati. Meski begitu, penelitian pada masyarakat umum (di luar kelompok NAFLD) masih terus berkembang, jadi klaim ini belum bisa digeneralisasi sebagai “matcha baik untuk kesehatan hati siapa saja”.

Yang Perlu Diwaspadai Konsumen Indonesia.

Ini bagian yang sering hilang dari artikel soal matcha, manfaat di atas berlaku untuk matcha murni, bukan untuk semua “matcha latte” yang dijual di kafe. Banyak versi komersial mengandung sirup gula dalam jumlah besar untuk menyeimbangkan rasa pahit matcha, dalam topik ini, kandungan gula tambahan bisa jadi jauh lebih berdampak (secara negatif) dibanding manfaat antioksidan yang didapat.

Baca Juga:  Messi 39 Tahun Tetap Prima Berkat 12 Tahun Stop Fast Food!

Beberapa hal praktis untuk dipertimbangkan:

  • Cek takaran gula saat memesan matcha latte di kafe, minta “less sugar” atau “no syrup” jika memungkinkan.
  • Perhatikan kandungan kafein jika Anda sensitif terhadap kafein, sedang hamil, atau punya gangguan kecemasan, kadar kafein matcha lebih tinggi dari teh hijau biasa.
  • Matcha bubuk berkualitas untuk konsumsi rumahan relatif terjangkau per porsi dibanding membeli matcha latte kafe setiap hari, dan memberi kontrol penuh atas kadar gula.
  • Jika anggaran terbatas, teh hijau biasa tetap memberi sebagian besar manfaat katekin dan L-theanine.

Kesimpulan.

Popularitas matcha di media sosial ternyata dibarengi bukti ilmiah yang cukup nyata, terutama untuk fungsi kognitif dan kandungan antioksidan. Tapi manfaat ini paling terasa saat dikonsumsi dalam bentuk murni, bukan sebagai matcha latte untuk setiap hari. Sama seperti kebiasaan sehat lainnya, porsi tetap jadi kunci utama, bukan sekadar label “matcha” itu sendiri.

Sumber & Referensi.

  • Sakurai K, dkk. “Effects of Matcha Green Tea Powder on Cognitive Functions of Community-Dwelling Elderly Individuals.” Nutrients, 2020. ncbi.nlm.nih.gov.
  • Studi fungsi kognitif dan tidur pada lansia, uji coba 12 bulan. PLOS ONE, 2024. journals.plos.org.
  • “Matcha consumption maintains attentional function following a mild acute psychological stress.” ScienceDirect, 2021. sciencedirect.com.

* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi gizi atau medis profesional.

Artikel ini terakhir diperbarui pada: WIB.

Fokus pada gaya hidup sehat bagi para profesional di era digital. Memahami tingginya beban mental pada profesi yang menuntut fokus tinggi seperti pengembangan perangkat lunak, liputannya secara khusus membahas pencegahan burnout, ergonomi, dan cara menjaga kesehatan fisik serta mental saat terlalu lama berada di depan layar.