Mengejutkan! Kasus Hipertensi Melonjak, Singapura Batasi Makanan Garam
Cerupon.web.id – Singapura punya rekam jejak menarik dalam mengubah kebiasaan makan warganya lewat kebijakan yang terukur, dimulai dari kampanye “siu dai” (kurang manis) yang berhasil menekan konsumsi gula, kini giliran garam yang jadi sasaran berikutnya.
Bukti Ilmiah: Kampanye Gula Singapura Berhasil.
Sebuah uji coba acak (randomized trial) yang dilakukan peneliti Duke-NUS Medical School dan dipublikasikan di jurnal International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity menemukan bahwa label Nutri-Grade terbukti efektif mendorong konsumen membeli minuman berlabel A atau B (lebih sehat), pembelian dengan label Nutri-Grade menunjukkan kandungan gula 1,5 gram lebih rendah per porsi dibanding tanpa label tersebut.
Studi lanjutan yang dipublikasikan di American Journal of Public Health, menganalisis data pemindaian belanja rumah tangga sungguhan dari April 2019 hingga Maret 2024, menemukan hasil yang lebih besar lagi, rumah tangga mengurangi asupan gula dari minuman kemasan sebesar 18% (setara 3,1 gram per hari), sementara pembelian minuman berlabel C atau D (kurang sehat) turun 44%. Produsen juga terbukti mereformulasi produk mereka, memangkas kandungan gula rata-rata 21%.
Proporsi minuman kemasan berlabel A atau B melonjak dari 37% pada 2017 menjadi 73% pada 2024, pencapaian yang membuat Singapura meraih 2024 WHO Healthy Cities Recognition Award, penghargaan resmi dari WHO Kawasan Pasifik Barat yang diserahkan di Seoul, Korea Selatan, September 2024, sebagai pengakuan atas inovasi kebijakan kesehatan perkotaan.
Kenapa Sekarang Giliran Garam?
Data kesehatan Singapura menunjukkan urgensi yang sulit diabaikan. Survei populasi kesehatan nasional 2021–2022 mencatat prevalensi hipertensi mencapai 37% populasi, angka yang menjadi gerbang menuju komplikasi serius seperti serangan jantung, stroke, hingga gagal ginjal yang memerlukan cuci darah.
Survei Gizi Nasional 2022 mengungkap fakta yang lebih mengkhawatirkan lagi, sembilan dari sepuluh warga Singapura rata-rata mengonsumsi 3.620 mg natrium per hari, nyaris dua kali lipat batas aman yang direkomendasikan WHO, yaitu maksimal 2.000 mg (setara satu sendok teh garam).
Ilustrasi paling konkret datang dari makanan sehari-hari, kandungan natrium pada nasi ayam Hainan (chicken rice) hidangan khas warung makan Singapura, tercatat meningkat dari 949 mg menjadi 1.565 mg dalam kurun waktu satu dekade terakhir, menunjukkan tren rasa masakan yang justru makin asin, bukan makin rendah garam.
Rencana Label Nutri-Grade untuk Produk Tinggi Natrium.
Kepala Eksekutif HPB, Tay Choon Hong, menegaskan perlunya menormalisasi kebiasaan meminta porsi garam dan saus yang lebih sedikit dengan harapan rendah natrium menjadi standar baru seiring meningkatnya kesadaran dan permintaan publik.
Mulai pertengahan 2027, label Nutri-Grade akan diperluas ke 23 sub-kategori produk kemasan: garam, saus, bumbu instan, mi instan, dan minyak goreng, kategori yang selama ini jadi penyumbang utama asupan natrium dan lemak jenuh warga Singapura.
Tantangan Singapura: Garam Tidak Sesederhana Gula.
Tay mengakui secara terbuka bahwa mereplikasi kesuksesan pengurangan gula untuk natrium jauh lebih rumit secara teknis. Bedanya, gula sering kali bisa dikurangi tanpa mengubah karakter dasar produk, sementara natrium kerap berperan struktural dalam proses produksi pangan.
Contoh paling nyata, produsen kecap asin (light soya sauce) menyampaikan keberatan ke HPB bahwa pengurangan garam yang terlalu drastis dapat mengganggu proses fermentasi kedelai, sehingga berisiko menurunkan kualitas produk, bahkan berpotensi memaksa produsen mengurangi proporsi kedelai itu sendiri, yang pada akhirnya menghasilkan kecap dengan kualitas lebih rendah.
Sebagai respons, HPB menyesuaikan ambang batas natrium secara berbeda untuk tiap kategori produk, dengan prinsip: reformulasi harus tetap memungkinkan produsen menghasilkan versi yang lebih sehat tanpa mengorbankan kualitas dasar produknya.
Apa Kata Riset Soal Pemahaman Warga Singapura Sendiri?
Seberapa jauh sebenarnya masyarakat Singapura memahami risiko natrium dalam makanan mereka? Riset dari Saw Swee Hock School of Public Health, National University of Singapore (NUS), yang dipublikasikan di jurnal Public Health Nutrition (Cambridge University Press), meneliti secara khusus pengetahuan, sikap, dan perilaku (knowledge, attitudes, and behaviours) terkait asupan natrium pada populasi multietnis di Singapura, riset semacam ini penting jadi dasar HPB merancang kampanye edukasi publik yang tepat sasaran, bukan sekadar mengandalkan regulasi label semata.
Kesimpulan.
Strategi Singapura menonjol karena tidak berhenti di level imbauan, setiap klaim keberhasilan didukung riset terukur, dari uji coba acak hingga analisis data riil. Tantangan pengurangan garam memang diakui lebih kompleks dibanding gula, tapi pendekatan bertahap (edukasi publik, insentif pasar, ambang batas yang disesuaikan per kategori produk) menunjukkan kebijakan pangan berbasis terbukti bisa dijalankan tanpa mengorbankan kualitas maupun produk di pasar, sebuah studi kasus yang relevan diperhatikan negara lain, termasuk Indonesia, yang juga menghadapi tren konsumsi natrium berlebih.
Sumber & Referensi.
- Malay Mail. After “siu dai,” Singapore plans to make “low salt” the new normal. malaymail.com.
- Health Promotion Board Singapura, Measures for Nutri-Grade, Sodium Reduction Pledge, Sodium Taxes.
- Kementerian Kesehatan Singapura, Nutri-Grade Requirements for Sodium and Saturated Fat. moh.gov.sg.
- International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity (Duke-NUS Medical School). A randomized trial to evaluate the impact of Singapore’s Nutri-Grade label. doaj.org.
- Public Health Nutrition, Cambridge University Press (National University of Singapore). Understanding knowledge, attitudes and behaviours related to dietary sodium intake in Singapore. cambridge.org.
- Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore. Transforming Singapore’s Relationship With Food and Sodium. lkyspp.nus.edu.sg.
- World Health Organization. WHO recognizes healthy, innovative cities across Asia. who.int.
- NutritionInsight. Singapore sees Nutri-Grade label success with lower sugary drink purchases. nutritioninsight.com.
* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi tenaga medis profesional.














