Pesan Menkes untuk Gen Z, Hidup Sehat Biar Bebas Sakit Kronis
Cerupon.web.id – Menjalani pola hidup sehat sejak usia muda menjadi salah satu cara untuk menekan risiko penyakit tidak menular (PTM) di kemudian hari. Pesan tersebut kembali disampaikan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, melalui gerakan “Makan Dengan Makna”, yang melibatkan Kementerian Kesehatan, TikTok Indonesia, dan Foodbank of Indonesia.
Gerakan ini ditujukan untuk mendorong masyarakat, khususnya Gen Z dan milenial, agar lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi sekaligus memanfaatkan bahan pangan lokal. TikTok dan Kemenkes juga menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat edukasi mengenai gizi seimbang dan pola hidup sehat melalui platform digital.
Penyakit Kronis Bisa Berawal dari Kebiasaan Sehari-hari.
Menurut Menkes Budi, seseorang bisa merasa sehat hari ini, tetapi kebiasaan makan yang buruk dapat berdampak pada kesehatan beberapa tahun kemudian.
“Banyak orang merasa dirinya sehat hari ini, padahal lima atau sepuluh tahun lagi berisiko terkena stroke atau serangan jantung akibat pola makan yang buruk,” ujar Budi.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa penyakit seperti stroke, penyakit jantung, kanker, dan penyakit ginjal tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Risiko dapat terbentuk melalui kebiasaan yang berlangsung dalam waktu panjang, termasuk pola makan yang tidak sehat dan kurang aktivitas fisik.
Pola Makan Masyarakat Indonesia Masih Jadi Masalah.
Kondisi pola makan masyarakat Indonesia juga menjadi alasan di balik gerakan tersebut. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 96,7% penduduk berusia 5 tahun ke atas kurang mengonsumsi buah dan sayur. Selain itu, 47,5% penduduk dilaporkan gemar mengonsumsi minuman manis dan 33,7% mengonsumsi makanan manis.
Kebiasaan tersebut perlu diperhatikan karena pola makan tinggi gula dan rendah kualitas gizi dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan serta risiko berbagai penyakit metabolik.
Angka Obesitas Indonesia Terus Meningkat.
Salah satu dampak yang terlihat adalah meningkatnya prevalensi obesitas pada orang dewasa. Data SKI menunjukkan prevalensi obesitas pada penduduk usia 18 tahun ke atas meningkat dari 15,4% pada 2013 menjadi 23,4% pada 2023.
Obesitas sendiri bukan sekadar persoalan penampilan. Kondisi ini berkaitan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, dan berbagai penyakit tidak menular lainnya. Karena itu, menjaga berat badan sejak usia muda dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan penyakit kronis di masa mendatang.
Gen Z Diajak Membuat Hidup Sehat Jadi Tren.
Kemenkes melihat media sosial sebagai salah satu sarana penting untuk menjangkau generasi muda. Budi secara khusus mengajak kreator TikTok untuk mengubah edukasi kesehatan yang selama ini dianggap kaku menjadi konten yang lebih menarik dan mudah diterapkan.
“Tolong bantu saya mengedukasi masyarakat dengan gaya anak muda. Buatlah pola makan sehat ini menjadi tren,” kata Budi.
Melalui gerakan Makan Dengan Makna, masyarakat juga didorong untuk mengenal kembali bahan pangan lokal dan menerapkan pola makan sehat yang lebih realistis dalam kehidupan sehari-hari. TikTok menyebut kampanye tersebut turut mengangkat menu sederhana berbahan pangan lokal melalui konten para kreator.
Tidak Harus Diet Ekstrem.
Pesan hidup sehat tidak berarti seseorang harus menjalani diet ketat. Yang lebih penting adalah memperbaiki pola makan secara keseluruhan. Konsumsi sayur dan buah perlu ditingkatkan, sementara makanan dan minuman dengan gula tambahan sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Aktivitas fisik juga perlu menjadi bagian dari rutinitas. Perubahan sederhana yang dilakukan secara konsisten jauh lebih realistis dibandingkan menerapkan pola hidup ekstrem hanya dalam waktu singkat.
Kesimpulan.
Gerakan “Makan Dengan Makna” menjadi salah satu upaya Kementerian Kesehatan untuk mendorong generasi muda lebih sadar terhadap hubungan antara pola makan dan kesehatan jangka panjang.
Data SKI 2023 menunjukkan masih rendahnya konsumsi buah dan sayur serta tingginya kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis. Pada saat yang sama, prevalensi obesitas dewasa telah mencapai 23,4%.
Pesan Menkes Budi sederhana, jangan menunggu penyakit muncul untuk mulai hidup sehat. Memperbaiki pola makan, menjaga berat badan, dan tetap aktif sejak usia muda dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis di kemudian hari.
Sumber & Referensi.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Menkes Ajak Gen Z Sadar Hidup Sehat Biar Terhindar dari Risiko Sakit Kronis (2026). kemkes.go.id.
- TikTok Indonesia. TikTok Luncurkan “Makan Dengan Makna” untuk Dorong Pola Makan Sehat dan Rayakan Pangan Lokal Indonesia (13 Juli 2026). newsroom.tiktok.com.
- detikHealth. Menkes Ajak Gen Z Sadar Hidup Sehat Biar Terhindar dari Risiko Sakit Kronis. health.detik.com.
- Kementerian Kesehatan RI – Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. badankebijakan.kemkes.go.id.
- Kementerian Kesehatan RI. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. kemkes.go.id
* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi tenaga medis profesional.














