Cara Tepat Membersihkan Sayur dan Buah Mentah, Ini Saran Dokter!

Cerupon.web.id – Salad, lalapan, buah potong, jus, hingga sayuran yang disantap tanpa dimasak memang praktis dan menjadi bagian dari pola makan sehat. Buah dan sayur juga menyediakan serat, vitamin, mineral, serta berbagai senyawa bioaktif yang dibutuhkan tubuh. Namun, ada satu hal yang sering terlewat ketika makanan tersebut dikonsumsi mentah, kebersihan dan keamanan pangan.

Buah atau sayuran yang terlihat segar belum tentu bebas dari mikroorganisme. Sepanjang perjalanannya, mulai dari lahan pertanian, proses panen, pengemasan, distribusi, pasar, supermarket, hingga dapur, sayuran & buah segar dapat bersentuhan dengan tanah, air yang terkontaminasi, tangan manusia, permukaan yang kotor, atau bahan pangan lain.

Karena itu, mencuci buah dan sayur bukan hanya soal menghilangkan debu yang terlihat oleh mata. Tujuan utamanya adalah membantu mengurangi kotoran, sebagian mikroorganisme, dan sebagian residu yang menempel di permukaan sebelum makanan tersebut dimakan.

FDA menyebut pencucian dapat membantu mengurangi bakteri yang terdapat pada permukaan sayuran & buah, walaupun proses ini tidak dapat menghilangkan seluruh mikroorganisme. Risiko kontaminasi juga dapat terjadi bahkan setelah sayuran & buah dibeli, misalnya akibat tangan, talenan, pisau, atau permukaan dapur yang tidak bersih.

Mengapa Buah dan Sayur yang Terlihat Bersih Tetap Perlu Dicuci?

Ada anggapan bahwa buah dan sayur dari supermarket pasti lebih bersih dibandingkan sayuran & buah yang dibeli di pasar tradisional. Padahal, tempat pembelian bukan jaminan bahwa sayuran & buah tersebut bebas dari kontaminasi. University of Minnesota Extension menjelaskan bahwa sayuran & buah segar dapat terpapar kotoran dan bakteri kapan saja sepanjang perjalanan dari lahan hingga meja makan. Karena itu, proses penanganan di rumah tetap berperan dalam menjaga keamanan pangan.

Kontaminasi dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk tanah, air, hewan, pekerja, peralatan, dan lingkungan tempat sayuran & buah disimpan. Beberapa mikroorganisme yang dapat ditemukan pada sayuran & buah segar antara lain Salmonella, Escherichia coli, dan Listeria monocytogenes. Tinjauan ilmiah mengenai keamanan buah dan sayur segar juga menunjukkan bahwa berbagai sayuran & buah segar telah dikaitkan dengan kejadian penyakit bawaan makanan.

Masalahnya, bakteri tersebut tidak selalu mengubah warna, aroma, atau bentuk buah dan sayuran. Artinya, sayuran & buah yang tampak segar belum tentu secara otomatis aman dimakan langsung.

Cara Mencuci Buah dan Sayur yang Benar di Rumah.

Metode yang paling sederhana ternyata juga menjadi pilihan utama berbagai lembaga keamanan pangan, gunakan air mengalir yang bersih dan gosok permukaan secara lembut. Langkahnya bisa dilakukan seperti berikut.

1. Cuci tangan sebelum menyentuh bahan makanan.

Sebelum menangani buah atau sayur, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama sekitar 20 detik. Langkah ini penting karena mencuci sayuran & buah dengan baik akan kurang efektif bila tangan yang memegangnya justru menjadi sumber kontaminasi baru. Tangan sebaiknya dicuci sebelum menyiapkan makanan dan kembali dicuci setelah selesai menanganinya. FDA juga menekankan pentingnya kebersihan tangan sebelum dan sesudah menyiapkan sayuran & buah segar.

2. Buang bagian yang rusak atau membusuk.

Periksa terlebih dahulu kondisi buah dan sayur. Bila ada bagian yang memar, terpotong, berlendir, atau mulai membusuk, potong bagian tersebut sebelum makanan disiapkan. Area yang rusak dapat memberikan kesempatan lebih besar bagi mikroorganisme untuk berkembang atau masuk ke jaringan tanaman. FDA merekomendasikan bagian yang rusak atau memar dipotong sebelum buah dan sayur disiapkan atau dimakan. Untuk sayuran berdaun seperti selada dan kol, daun bagian luar yang kotor atau rusak juga dapat dilepas.

3. Cuci sebelum dipotong atau dikupas.

Ini merupakan langkah yang sering dianggap sepele. Misalnya, seseorang membeli melon lalu langsung memotongnya tanpa mencuci kulit luarnya. Padahal pisau akan melewati kulit sebelum mencapai bagian yang dimakan. Bila permukaan luar terkontaminasi, pisau berpotensi membawa kotoran atau mikroorganisme dari kulit ke bagian dalam buah. Karena itu, FDA menganjurkan buah dan sayur dicuci sebelum dikupas atau dipotong, termasuk buah & sayuran yang kulitnya tidak ikut dimakan.

4. Bilas menggunakan air mengalir.

Letakkan buah atau sayur di bawah air mengalir yang aman untuk diminum, kemudian gosok seluruh permukaannya menggunakan tangan yang bersih. Untuk buah & sayuran dengan permukaan keras seperti mentimun, apel, melon, wortel, atau kentang, kotoran yang menempel dapat dibantu dengan sikat khusus yang bersih. University of Minnesota Extension merekomendasikan pencucian buah & sayuran segar menggunakan air mengalir dan menyarankan sikat bersih untuk buah serta sayur dengan kulit atau permukaan yang tebal. Pencucian tidak perlu dilakukan secara agresif sampai merusak permukaan. Tujuannya adalah membantu melepaskan kotoran dan kontaminan yang menempel.

5. Berikan perhatian lebih pada buah dan sayur dengan permukaan berlekuk.

Tidak semua buah & sayuran memiliki permukaan yang mudah dibersihkan. Melon, mentimun, wortel, kentang, dan beberapa jenis buah dengan kulit tebal dapat memiliki celah atau permukaan yang menyimpan tanah. Untuk buah & sayuran seperti ini, menggosok permukaan dengan sikat bersih dapat membantu melepaskan kotoran yang menempel. Sebaliknya, buah yang sangat lunak seperti beri membutuhkan penanganan lebih lembut agar tidak mudah rusak.

Jangan Menggunakan Sabun Untuk Mencuci Buah dan Sayur.

Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah menganggap sabun atau deterjen akan membuat buah dan sayur lebih aman. Faktanya, FDA tidak merekomendasikan penggunaan sabun, deterjen, maupun cairan pemutih untuk mencuci buah dan sayur di rumah. buah & sayuran segar memiliki struktur yang dapat memungkinkan bahan tersebut menyerap, sementara residu sabun tidak boleh dikonsumsi.

Karena itu, klaim bahwa sabun pencuci khusus buah dan sayur pasti lebih efektif juga tidak boleh diterima begitu saja. University of Minnesota Extension menyebut penelitian yang tersedia tidak menunjukkan perbedaan keamanan yang signifikan antara penggunaan produce wash rumahan dengan pencucian menggunakan air mengalir. Dengan kata lain, untuk penggunaan rumah tangga, air mengalir yang bersih tetap menjadi pilihan sederhana dan sesuai dengan rekomendasi keamanan pangan.

Kesimpulan.

Membersihkan buah dan sayur yang akan dimakan mentah tidak harus dilakukan dengan metode rumit atau menggunakan banyak bahan tambahan. Langkah yang paling penting justru sederhana, cuci tangan, buang bagian yang rusak, bilas buah dan sayur di bawah air mengalir yang bersih, gosok permukaannya dengan lembut, gunakan sikat bersih untuk sayuran & buah berkulit keras, lalu cegah kontaminasi selama proses pemotongan dan penyimpanan.

Yang juga perlu diingat, jangan mencuci buah dan sayur dengan sabun, deterjen, atau pemutih. Berbagai lembaga keamanan pangan merekomendasikan air mengalir sebagai metode dasar pencucian untuk penggunaan rumah tangga.

Sementara itu, pencucian memang dapat membantu mengurangi sebagian residu pestisida dan kontaminan pada permukaan, tetapi tidak dapat menjamin seluruh residu maupun mikroorganisme hilang. Karena itu, keamanan pangan sebaiknya dipahami sebagai rangkaian proses yang dimulai sejak memilih sayuran & buah, mencucinya dengan benar, menjaga kebersihan alat, hingga menyimpan makanan setelah dipotong.

Sumber & Referensi.

  • U.S. Food and Drug Administration (FDA), Selecting and Serving Produce Safely. fda.gov
  • U.S. Food and Drug Administration (FDA), 7 Tips for Cleaning Fruits, Vegetables.
  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Steps to Safe and Healthy Fruits & Vegetables. cdc.gov
  • FoodSafety.gov, 4 Steps to Food Safety.
  • University of Minnesota Extension, Washing fresh fruits and vegetables safely.
  • Decontamination of Microorganisms and Pesticides from Fresh Fruits and Vegetables: A Comprehensive Review.
  • How effective are common household preparations on removing pesticide residues from fruit and vegetables? A review.
  • A Comprehensive Analysis of the Fates of Pesticide Residues in Edible Agricultural Products during Food Processing (Journal of Agricultural and Food Chemistry, 2025).

* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional.

Artikel ini terakhir diperbarui pada: WIB.

gaya hidup yang memiliki ketertarikan khusus pada pemenuhan nutrisi seimbang dari hidangan lokal. Ia aktif menulis tajuk rencana tentang cara menyiasati konsumsi jajanan tradisional dan makanan kaki lima favorit, mulai dari bubur ayam hingga nasi uduk agar tetap sejalan dengan prinsip gaya hidup sehat.