Tembus Usia 100 Tahun, Ini Rahasia Panjang Umur 3 Saudari Kandung
Cerupon.web.id – Hidup hingga usia 100 tahun merupakan pencapaian yang sangat langka. Namun, tiga perempuan bersaudara asal Brasil justru berhasil melewati usia tersebut dan mencatat rekor dunia bersama. Mereka adalah Levita de Deus Nunes, Zoraide de Deus Mota, dan Zulina de Deus Nunes. Ketiga saudari tersebut masing-masing berusia 109, 104, dan 103 tahun, dengan total usia gabungan lebih dari 316 tahun.
Guinness World Records pada Juni 2026 mengakui mereka sebagai pemegang rekor combined age tertinggi untuk tiga saudara kandung yang masih hidup, dengan usia gabungan 316 tahun 302 hari saat validasi dilakukan. Data usia mereka diverifikasi bersama LongeviQuest, organisasi yang melakukan penelitian dan validasi mengenai umur panjang manusia.
Menariknya, kisah ketiga saudari tersebut kini tidak hanya menjadi cerita tentang umur panjang. Mereka juga menjadi bagian dari penelitian ilmiah yang berusaha menjawab pertanyaan banyak orang, mengapa ada orang yang bisa mencapai usia sangat lanjut dengan kondisi fisik dan fungsi kognitif yang tetap baik?
Siapa Tiga Saudari yang Memecahkan Rekor Ini?
Ketiga perempuan tersebut lahir di Cedro de São João, Sergipe, Brasil, dari pasangan Manoel de Deus Nunes dan Jovelina de Deus Nunes. Mereka merupakan bagian dari keluarga besar yang terdiri dari delapan bersaudara. Levita, yang lahir pada 7 Juni 1917, merupakan anak perempuan tertua. Sejak kecil ia sudah membantu mengurus rumah dan menjaga adik-adiknya ketika orang tua mereka bekerja di ladang.
Zoraide lahir pada 24 November 1921 dan kemudian menjalani kehidupan sebagai perawat sekaligus membesarkan lima anak. Sementara itu, Zulina lahir pada 4 Maret 1923. Ia menjalani kehidupan keluarga dan mengasuh enam anak, selain memiliki keterampilan dalam menjahit dan kerajinan tangan.
Ketiganya kemudian berpindah dan menetap di Rio de Janeiro dalam perjalanan hidup masing-masing. Hubungan keluarga yang tetap dekat menjadi salah satu bagian yang menarik dari kisah mereka.
Bukan Sekadar Umur Panjang, tetapi Healthspan.
Para ilmuwan sebenarnya tidak hanya tertarik pada berapa lama seseorang hidup. Ada perbedaan antara lifespan dan healthspan. Lifespan menggambarkan lamanya seseorang hidup, sedangkan healthspan mengacu pada berapa lama seseorang dapat mempertahankan kesehatan, fungsi tubuh, dan kemandirian sebelum mengalami penyakit atau penurunan fungsi yang berat.
Inilah alasan centenarian yang masih aktif menjadi objek penelitian yang sangat menarik. Penelitian terhadap orang-orang yang hidup sangat panjang berusaha memahami mengapa sebagian dari mereka mampu menjauhkan berbagai penyakit yang biasanya berkaitan dengan usia. Kajian ilmiah menunjukkan bahwa umur panjang merupakan sifat yang sangat kompleks dan dipengaruhi kombinasi faktor genetika serta non-genetik.
Ketiga Saudari Ini Kini Menjadi Bagian dari Proyek DNA Longevo.
Kisah ketiga saudari tersebut menarik perhatian Mayana Zatz, profesor dan peneliti dari University of São Paulo (USP). Zatz memimpin Projeto DNA Longevo, sebuah proyek penelitian yang berupaya mempelajari faktor biologis yang mungkin berhubungan dengan umur panjang dan penuaan.
Menurut laman resmi Centro de Estudos do Genoma Humano dan Células-Tronco USP, proyek ini memang berfokus pada studi centenarian di Brasil dan melibatkan sejumlah peneliti dari bidang genomik, genetika, gerontologi, serta kesehatan. Salah satu tujuan penelitian tersebut adalah mencari varian genetik atau pola biologis yang mungkin membantu seseorang mempertahankan kesehatan lebih lama.
Artinya, para peneliti mencoba memahami kombinasi mekanisme biologis yang membuat sebagian orang mampu menjalani proses penuaan.
Benarkah Ada Gen Panjang Umur?
Jawabannya tidak sesederhana itu.
Penelitian mengenai umur panjang manusia memang menemukan sejumlah variasi genetik yang memiliki hubungan dengan kemungkinan hidup lebih lama. Beberapa biologis yang telah diteliti berkaitan dengan metabolisme, respons terhadap kerusakan DNA, sistem kekebalan tubuh, metabolisme kolesterol, serta mekanisme pemeliharaan sel.
Namun, umur panjang bukanlah sifat yang dikendalikan oleh satu gen tunggal. Review ilmiah mengenai genetika umur panjang menunjukkan bahwa sifat tersebut merupakan karakter kompleks yang melibatkan banyak gen sekaligus interaksi antara gen. Dengan kata lain, seseorang tidak bisa mengetahui bahwa dirinya akan hidup sampai 100 tahun hanya karena memiliki satu varian gen tertentu.
Kehidupan Sederhana Menjadi Bagian dari Cerita Mereka.
Dalam wawancara dengan peneliti, ketiga saudari menggambarkan kehidupan masa kecil mereka sebagai kehidupan yang sederhana dan aktif. Mereka tumbuh di lingkungan pedesaan sebelum akhirnya menjalani kehidupan di Rio de Janeiro.
Zulina menceritakan bahwa ia aktif berenang dan memancing saat masih muda. Mereka juga terbiasa mengonsumsi makanan yang tersedia segar. Kebiasaan ketiga saudari bukan bukti bahwa makanan tertentu atau aktivitas tertentu secara langsung menyebabkan mereka mencapai usia 100 tahun.
Informasi tersebut merupakan bagian dari riwayat hidup mereka, bukan hasil eksperimen terkontrol. Justru penelitian tentang umur panjang menunjukkan bahwa faktor gaya hidup seperti aktivitas fisik, pola makan, berat badan, merokok, konsumsi alkohol, dan akses kesehatan dapat berinteraksi dengan faktor genetik sepanjang kehidupan.
Keluarga dan Hubungan Sosial Juga Menjadi Perhatian.
Ada satu aspek lain yang tidak kalah menarik dari kisah ketiga saudari tersebut, hubungan keluarga. Ketiganya tetap memiliki hubungan yang dekat setelah melewati usia 100 tahun. Penelitian centenarian juga menunjukkan bahwa dukungan sosial dan lingkungan dapat menjadi bagian penting dari kesehatan di usia lanjut. Studi mengenai healthy aging pada centenarian menemukan bahwa faktor keluarga, dukungan lingkungan, kondisi psikologis, kemampuan kognitif, dan perilaku kesehatan semuanya dapat berkontribusi terhadap kualitas hidup di usia lanjut.
Hal ini penting karena umur panjang bukan hanya persoalan organ tubuh. Kemampuan tetap berinteraksi, merasa memiliki tujuan, memiliki dukungan sosial, dan mempertahankan fungsi sehari-hari juga merupakan bagian dari healthy aging.
Jadi, Apa yang Bisa Ditiru dari Ketiga Saudari Ini?
Tidak ada resep ajaib yang dapat menjamin seseorang hidup sampai usia 100 tahun. Namun, kisah mereka mengingatkan bahwa beberapa prinsip kesehatan tetap relevan. Pertama, tetap aktif. Aktivitas fisik sepanjang hidup berkaitan dengan kesehatan jantung, fungsi otot, keseimbangan, dan kemampuan mempertahankan kemandirian di usia tua.
Kedua, memperhatikan pola makan. Makanan yang beragam dan bergizi mendukung kesehatan metabolik serta membantu mengurangi risiko berbagai penyakit kronis. Ketiga, menjaga hubungan sosial. Keluarga dan komunitas dapat memberikan dukungan emosional sekaligus membantu seseorang tetap aktif dan terhubung.
Keempat, melakukan pemeriksaan kesehatan. Umur panjang bukan hanya soal genetik, tetapi juga kemampuan mencegah atau mengendalikan penyakit kronis. Kelima, konsisten dalam jangka panjang. Tidak ada manfaat besar yang dapat diperoleh dari gaya hidup sehat jika hanya dilakukan sesekali.
Kesimpulan.
Kisah Levita de Deus Nunes, Zoraide de Deus Mota, dan Zulina de Deus Nunes memang luar biasa. Ketiganya mencapai usia 109, 104, dan 103 tahun dan mencatat rekor Guinness sebagai tiga saudara kandung yang memiliki usia gabungan tertinggi di antara saudara kandung yang masih hidup, yakni lebih dari 316 tahun.
Umur panjang mereka kini juga menjadi bahan penelitian melalui Projeto DNA Longevo dari University of São Paulo yang dipimpin Mayana Zatz. Para peneliti berusaha memahami apakah terdapat faktor genetik tertentu yang membantu seseorang mempertahankan kesehatan hingga usia lanjut.
Namun, belum ada bukti bahwa satu kebiasaan tertentu, misalnya mengonsumsi makanan segar, berenang saat muda yang secara langsung membuat seseorang hidup lebih dari 100 tahun. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa umur panjang merupakan hasil interaksi kompleks antara genetik, lingkungan, gaya hidup, kondisi sosial, dan faktor biologis lainnya.
Karena itu, pelajaran paling realistis dari kisah tiga saudari Brasil ini bukan mencari satu ramuan panjang umur, melainkan memahami pentingnya menjaga kesehatan secara konsisten sepanjang hidup dan berusaha memperpanjang bukan hanya usia, tetapi juga hidup yang sehat dan mandiri.
Sumber & Referensi.
- Guinness World Records. Trio of sisters with an unbreakable bond set record with combined age of over 316 years (2026). guinnessworldrecords.com.
- LongeviQuest. World’s Oldest Living Sibling Trio With Combined Age of 316 Years (2026). longeviquest.com.
- University of São Paulo – Centro de Estudos do Genoma Humano e Células-Tronco. Projeto DNA Longevo. genoma.ib.usp.br.
- Reuters. Scientists seek clues to longevity from three Brazilian sisters over 100 (2026). reuters.com.
- International Psychogeriatric Association / PMC. Genetics of healthy aging and longevity. pmc.ncbi.nlm.nih.gov.
* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi tenaga medis profesional.














