Awas! 3 Kebiasaan Makan Ini Diam-Diam Bikin Lambung Rusak
Cerupon.web.id – Gangguan lambung tidak selalu berkaitan dengan makanan pedas atau asam. Cara makan, kondisi emosional, dan kebiasaan setelah makan juga dapat memengaruhi kenyamanan sistem pencernaan.
Dokter spesialis gizi dari Department of Nutrition University of Medicine and Pharmacy Hospital Vietnam, dr. Duong Thi Phuong, menjelaskan bahwa lambung memiliki hubungan erat dengan sistem saraf. Karena itu, stres, emosi, serta perilaku ketika makan dapat memengaruhi proses pencernaan.
“Lambung berhubungan erat dengan sistem saraf, sehingga stres, emosi, dan kebiasaan makan dapat secara langsung memengaruhi proses pencernaan,” ujar dr. Phuong.
Berikut tiga kebiasaan yang perlu diperhatikan.
Makan Terlalu Cepat atau Sambil Terdistraksi.
Makan terburu-buru, sambil bekerja, bermain ponsel, atau ketika sedang stres dapat membuat seseorang kurang memperhatikan makanan dan proses makan.
Dr. Phuong menyarankan agar makanan dikunyah dengan baik sebelum ditelan. Ia menyebut sekitar 20-50 kali kunyahan setiap suapan dan waktu makan sekitar 20-30 menit sebagai kebiasaan yang dapat membantu seseorang makan lebih perlahan dan mengenali rasa kenyang.
Makan perlahan juga dapat membantu menghindari makan berlebihan. Mayo Clinic turut menyarankan makan secara perlahan, mengelola stres, dan memperhatikan ukuran porsi sebagai bagian dari kebiasaan yang mendukung pencernaan.
Makan Larut Malam lalu Langsung Berbaring.
Makan mendekati waktu tidur terutama dalam porsi besar dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya refluks asam, khususnya ketika seseorang langsung berbaring.
Dalam posisi berbaring, isi lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Karena itu, pedoman American College of Gastroenterology menyarankan penderita GERD menghindari makan dalam waktu 2-3 jam sebelum tidur.
Dr. Phuong juga menjelaskan bahwa pengosongan lambung membutuhkan waktu yang berbeda-beda, tergantung jenis makanan. Berbaring terlalu cepat setelah makan dapat meningkatkan kemungkinan refluks dan mengganggu kualitas tidur.
Jadi, persoalannya bukan sekadar “makan malam menyebabkan lambung rusak”, tetapi kebiasaan makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat memperburuk keluhan refluks pada sebagian orang.
Terlalu Banyak Minum Saat Makan.
Minum air saat makan tidak terbukti merusak lambung atau menghambat pencernaan pada orang sehat. Mayo Clinic justru menyatakan bahwa air tidak menyebabkan cairan pencernaan menjadi terlalu encer dan minum air saat makan pada umumnya aman.
Memang, penelitian kecil menunjukkan sekitar 200 ml air dapat meningkatkan pH lambung untuk sementara, tetapi efek tersebut berlangsung singkat dan tubuh tetap dapat menyesuaikan produksi cairan pencernaan.
Menghindari minum dalam jumlah sangat besar sekaligus jika membuat perut terasa penuh, kembung, atau tidak nyaman. Segelas air saat makan umumnya tidak menjadi masalah.
Kesimpulan.
Kesehatan lambung tidak hanya dipengaruhi oleh jenis makanan, tetapi juga oleh cara makan dan kebiasaan setelah makan.
Makan terlalu cepat atau sambil terdistraksi dapat membuat seseorang makan berlebihan dan mengurangi perhatian terhadap proses makan. Makan terlalu dekat dengan waktu tidur lalu langsung berbaring dapat meningkatkan risiko refluks, terutama pada orang yang memiliki GERD.
Jadi, kebiasaan yang lebih penting adalah makan dengan perlahan, menghindari makan besar menjelang tidur, serta menyesuaikan jumlah minum dengan kenyamanan tubuh.
Sumber & Referensi.
- dr. Duong Thi Phuong, Department of Nutrition, University of Medicine and Pharmacy Hospital Vietnam. detikHealth.
Mayo Clinic. Water after meals: Does it disturb digestion? mayoclinic.org. - American College of Gastroenterology. Clinical Guideline for the Diagnosis and Management of Gastroesophageal Reflux Disease. acgcdn.gi.org.
- PubMed. A glass of water immediately increases gastric pH in healthy subjects. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov.
- JAMA Network. Water-Drinking With Meals. jamanetwork.com.
- Mayo Clinic. Rekomendasi umum untuk makan perlahan, memperhatikan ukuran porsi, dan mengelola stres untuk mendukung kesehatan pencernaan. mayoclinic.org.
* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi tenaga medis profesional.














