Mau Cepat Kurus? Ini Beda Teh Hijau dan Kopi Hitam Bakar Lemak
Cerupon.web.id – Ketika sedang berupaya memangkas berat badan, mengoreksi menu harian adalah langkah awal yang sangat krusial. Salah satu trik termudah adalah dengan memilah kembali minuman yang kita konsumsi setiap hari. Bagi penggemar minuman berkafein, teh hijau dan kopi hitam kerap menjadi dua opsi sehat yang paling populer.
Kedua minuman ini dikenal kaya akan khasiat kesehatan, termasuk kemampuannya dalam mempercepat pembakaran lemak tubuh. Namun, di antara keduanya, mana sebenarnya yang memberikan hasil lebih optimal untuk diet?
1. Keampuhan Teh Hijau dalam Membakar Lemak.
Sejak lama, teh hijau telah dinobatkan sebagai ramuan alami yang ampuh menyusutkan lingkar pinggang. Sebuah analisis besar yang dirilis dalam Cambridge University Press pada tahun 2024 mengkaji 22 uji klinis acak.
Hasilnya menunjukkan bahwa mengonsumsi teh hijau secara konsisten mampu memangkas berat badan rata-rata hingga 1,23 kilogram dibandingkan dengan kelompok plasebo.
Kunci kehebatan teh hijau terletak pada kandungan antioksidan kuat bernama epigallocatechin gallate (EGCG). Senyawa aktif ini bekerja efektif dalam memangkas jaringan lemak, memperbaiki rasio lingkar pinggang-pinggul, mengecilkan ukuran perut, hingga menurunkan Indeks Massa Tubuh (IMT).
Trista Best, RD, seorang ahli gizi dari Balance One Supplements, memaparkan bahwa teh hijau mendukung penurunan berat badan melalui dua cara utama:
- Stimulasi Metabolisme: Kafein alami di dalamnya bertindak sebagai stimulan ringan yang mendongkrak laju metabolisme secara temporer, sehingga tubuh membakar kalori lebih banyak.
- Oksidasi Lemak: Kandungan EGCG mendorong proses oksidasi lemak. Artinya, tubuh Anda dipicu untuk lebih aktif mengubah simpanan lemak menjadi sumber energi utama.
Hebatnya lagi, teh hijau juga sangat membantu menjaga kestabilan berat badan setelah diet berhasil. Menurut studi tahun 2012 yang dimuat di Wiley Online Library, konsumsi teh hijau secara rutin membantu mencegah efek yoyo dengan menjaga metabolisme tetap aktif selama fase pemeliharaan.
2. Batas Aman Konsumsi Teh Hijau.
Meskipun menyehatkan, minum teh hijau dalam jumlah berlebih tidak akan membuat berat badan Anda turun dalam semalam. Justru, asupan kafein yang berlebihan dari teh hijau bisa memicu efek samping yang mengganggu kenyamanan tubuh.
Menurut Trista Best, toleransi kafein setiap orang berbeda-beda. Namun, secara umum, mengonsumsi sekitar tiga hingga lima cangkir teh hijau per hari dinilai sebagai takaran paling ideal. Porsi ini sudah cukup untuk mengoptimalkan pembakaran lemak tanpa membuat Anda kelebihan asupan kafein.
3. Apa Bedanya Teh Hijau dengan Matcha?
Banyak orang sering kali bingung membedakan antara teh hijau biasa dengan matcha. Pada dasarnya, kedua jenis teh ini dipanen dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis, dan memiliki sejarah panjang dalam tradisi minum teh di Asia.
Perbedaan mendasar dari keduanya terletak pada metode pengolahan:
- Teh Hijau Biasa: Daun teh dipanen, dikeringkan, digulung, lalu disajikan dengan cara diseduh menggunakan air panas (ampas daunnya dibuang).
- Matcha: Tanaman teh ditumbuhkan di tempat teduh sebelum panen untuk meningkatkan kadar klorofil. Setelah dikeringkan tanpa digulung, daun teh ditumbuk halus menjadi bubuk. Saat meminum matcha, Anda mengonsumsi seluruh bagian daun teh secara utuh.
Perbedaan proses inilah yang membuat matcha memiliki warna yang lebih pekat, rasa yang lebih tebal, serta profil nutrisi yang berbeda dari teh hijau biasa.
4. Perbandingan Kadar Kafein: Teh Hijau vs Matcha.
Karena perbedaan cara konsumsi, kadar kafein pada kedua minuman ini pun otomatis berbeda:
Secangkir teh hijau standar umumnya menyuplai sekitar 25 hingga 50 mg kafein, tergantung pada durasi penyeduhan.
Sebaliknya, satu porsi matcha mengandung kafein yang lebih tinggi, yakni berkisar antara 60 hingga 70 mg, karena seluruh bubuk daun teh ikut terminum.
Sebagai tips, semakin lama Anda mendiamkan daun teh hijau dalam air panas, semakin tinggi kafein yang larut. Namun, jika Anda menyeduh ulang ampas daun teh yang sama, kadar kafein pada seduhan kedua akan berkurang drastis.
5. Manfaat Kopi Hitam untuk Merontokkan Lemak.
Di sudut lain, kopi hitam juga menyimpan potensi luar biasa untuk menurunkan berat badan. Kafein dalam kopi hitam terbukti mampu meningkatkan metabolisme tubuh sebesar 3 hingga 11 persen, yang secara langsung membantu mengontrol nafsu makan sehingga asupan kalori harian berkurang.
Studi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health pada tahun 2020 mengungkapkan bahwa meminum empat cangkir kopi sehari berkorelasi dengan penyusutan lemak tubuh sekitar 4 persen.
Selain itu, riset dalam jurnal Taylor and Francis menegaskan bahwa kopi hitam berperan positif dalam menurunkan persentase lemak total serta indeks massa tubuh (IMT).
Bukan hanya urusan timbangan, kopi hitam tanpa gula juga melindungi tubuh dari ancaman penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Penelitian bahkan mencatat bahwa menambah konsumsi satu cangkir kopi tanpa gula per hari berkaitan dengan penurunan berat badan sekitar 0,12 kilogram secara alami.
6. Waspadai Efek Samping Kopi Jika Dikonsumsi Berlebihan.
Sama halnya dengan teh, kopi hitam juga memiliki batasan konsumsi. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan batas aman kafein harian bagi orang dewasa sehat adalah 400 mg. Jumlah ini setara dengan dua hingga tiga cangkir kopi berukuran sedang (350 ml).
Namun ingat, sensitivitas setiap individu terhadap kafein sangat bervariasi. Bagi wanita hamil, menyusui, atau mereka yang sedang menjalani pengobatan medis tertentu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi kafein.
Dokter spesialis gizi klinik, dr. Christopher Andrian, MGizi, SpGK, membenarkan bahwa batas toleransi kafein harian berkisar antara 200 mg hingga 400 mg.
“Takaran itu setara dengan 2 sampai 3 gelas kopi sehari. Namun, semua kembali lagi pada jenis kopi dan kepekatannya. Jangan sengaja menambahkan extra shot espresso dalam sekali minum, karena itu bisa memicu reaksi berlebih pada tubuh,” jelas dr. Christopher.
7. Perbedaan Cara Kerja: Teh Hijau vs Kopi Hitam.
Meski sama-sama efektif mendepak lemak, teh hijau dan kopi hitam memengaruhi tubuh dengan cara kerja yang berbeda:
Teh hijau bekerja lebih dominan dalam merangsang sinyal kenyang pada otak. Efek ini membantu Anda menekan keinginan untuk mengemil dan menjaga porsi makan tetap terkendali.
Kopi hitam bertindak langsung sebagai penekan rasa lapar instan berkat stimulasi kafeinnya yang kuat. Sejumlah penikmat kopi hitam melaporkan adanya penurunan rasa lapar sekitar 10 hingga 20 persen sesaat setelah meminumnya.
Kesimpulan.
Teh hijau dan kopi hitam sama-sama mengandung kafein yang dapat memberikan efek kecil terhadap metabolisme dan pengelolaan berat badan. Namun, keduanya bukan solusi utama untuk membakar lemak atau menurunkan berat badan secara drastis.
Teh hijau memiliki kandungan katekin seperti EGCG, sementara kopi mengandalkan terutama kafein. Bukti penelitian menunjukkan efek penurunan berat badan dari keduanya cenderung kecil dan hasilnya dapat berbeda pada setiap orang.
Untuk menurunkan berat badan secara sehat, konsumsi minuman tanpa tambahan gula tetap lebih baik, tetapi hasil utama tetap bergantung pada pola makan, aktivitas fisik, tidur, dan keseimbangan energi.
Asupan kafein juga perlu dibatasi sesuai toleransi dan kondisi kesehatan masing-masing. Batasi konsumsi berlebihan dan jangan menganggap semakin banyak teh atau kopi akan semakin cepat menurunkan berat badan.
Sumber & Referensi.
- Jayedi A, Norouziasl R, Aletaha A, et al. Comparative effects of tea and coffee drinking on body weight in adults: a systematic review and network meta-analysis of randomised trials. British Journal of Nutrition. 2024;132(9):1245-1254. PubMed.
- Asbaghi O, Rezaei Kelishadi M, Ashtary-Larky D, et al. The effects of green tea extract supplementation on body composition, obesity-related hormones and oxidative stress markers: a grade-assessed systematic review and dose-response meta-analysis of randomised controlled trials. British Journal of Nutrition. 2024;131(7):1125-1157. Cambridge University Press.
- Tabrizi R, Saneei P, Lankarani KB, et al. The effects of caffeine intake on weight loss: a systematic review and dose-response meta-analysis of randomized controlled trials. Critical Reviews in Food Science and Nutrition. 2019;59(16):2688-2696. PubMed.
- Alperet D, et al. Coffee consumption and adiposity-related outcomes, penelitian yang dirangkum oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health. Harvard T.H. Chan School of Public Health.
- National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH). Green Tea: Usefulness and Safety. nccih.nih.gov.
- National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements (NIH ODS). Weight-Loss Dietary Supplements Fact Sheet for Consumers. ods.od.nih.gov.
- U.S. Food and Drug Administration (FDA). Spilling the Beans: How Much Caffeine is Too Much? fda.gov.
- American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Moderate Caffeine Consumption During Pregnancy. acog.org.
- Tabrizi R, et al. Effect of green tea or green tea extract consumption on body weight and body composition: systematic review and meta-analysis. PubMed.
- Mazzanti G, et al. Liver-related safety assessment of green tea extracts in humans: a systematic review of randomized controlled trials. PubMed.
* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi tenaga medis profesional.














