Sisi Gelap Diet Ketat CR7, Apakah Aman untuk Kita Tiru?

Cerupon.web.id – Di usia 41 tahun, Cristiano Ronaldo masih tampil di level elite dan menurut mantan koki pribadinya, Giorgio Barone, rahasianya bukan menu rahasia atau bahan mahal, melainkan konsistensi tanpa kompromi.

Apa Sebenarnya Isi Diet Ronaldo?

Barone, yang menangani dapur Ronaldo semasa di Juventus, menegaskan tidak ada yang istimewa dari bahan makanannya justru sebaliknya, ia menyebutnya sangat sederhana, alpukat, telur, sayuran segar, protein rendah lemak (ayam, ikan), beras hitam atau merah (bukan beras putih), serta hati dan jeroan yang ia sebut sebagai “makanan super”.

Bumbunya pun sederhana, minyak zaitun dan perasan lemon. Yang dihindari total gula (termasuk di kopi), makanan olahan/kemasan, minuman bersoda, serta makanan berbasis tepung seperti pasta dan roti. Ronaldo juga makan lebih awal di malam hari, menurut Barone perut yang penuh menjelang tidur mengganggu kualitas istirahat.

Ronaldo Tidak Menghitung-hitung Makanannya.

Barone secara spesifik menyebut Ronaldo tidak punya target protein harian dan tidak menimbang porsi makanannya. Asupannya menyesuaikan beban latihan, makan lebih banyak saat latihan berat, tanpa obsesi menghitung kalori. Dengan kata lain, yang membuat pola makan Ronaldo “ketat” bukan soal angka-angka presisi, melainkan konsistensi memilih makanan berkualitas dan tidak pernah membuat pengecualian.

Baca Juga:  5 Rahasia Ronaldo Tetap Prima di Piala Dunia 2026, Patut Ditiru!

Barone sendiri merangkumnya sebagai kombinasi 60% pola makan dan 40% latihan. Ronaldo adalah atlet elite dengan volume latihan yang jauh di luar kebutuhan orang kebanyakan, setiap asupannya memang dirancang untuk menopang performa, pemulihan otot, dan komposisi tubuh di level kompetitif.

Kebutuhan secara mendasar berbeda dari orang tanpa tuntutan fisik setinggi itu. Bagi non-atlet, pola makan sehat pada umumnya justru lebih menekankan variasi dan keseimbangan jangka panjang, bukan pembatasan total terhadap kategori makanan tertentu.

Ruang untuk fleksibilitas, termasuk sesekali menikmati makanan favorit, tetap bisa jadi bagian dari pola makan yang sehat, selama porsi dan frekuensinya terkendali.

Sisi yang Perlu Diwaspadai dari Pembatasan Ekstrem.

Pembatasan makan yang sangat ketat, kalau diterapkan tanpa mempertimbangkan kebutuhan individu, punya risiko yang layak diketahui, tekanan psikologis, rasa bersalah berlebihan saat “melanggar” aturan sendiri, dan pola makan yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang karena terlalu kaku untuk kehidupan sehari-hari.

Secara umum, ahli gizi menekankan bahwa keberlanjutan kebiasaan makan jauh lebih penting daripada seberapa ketat aturan itu diikuti dalam jangka pendek.

Kesimpulannya?

Disiplin ala Ronaldo memang efektif untuknya, dengan kebutuhan fisiologis seorang atlet elite. Tapi seperti dicatat beberapa liputan internasional soal pola makannya, setiap orang punya kebutuhan berbeda, tergantung kondisi kesehatan, usia, berat badan, dan tingkat aktivitas.

Jadi meniru mentah-mentah bukan langkah yang otomatis tepat bagi semua orang. Kalau tertarik menerapkan sebagian prinsipnya, lebih baik mulai dari yang paling mudah diadopsi dan aman, konsistensi memilih makanan bergizi dan mengurangi gula olahan dibanding meniru, apalagi tanpa mempertimbangkan kebutuhan tubuh masing-masing.

Sumber & Referensi.

  • Gulf News. Cristiano Ronaldo’s No-Cheat-Day Diet: Ex-Chef Reveals the Simple, Strict Meal Plan Behind His Ageless Fitness. gulfnews.com.
  • The Portugal News. How to eat like Cristiano Ronaldo. theportugalnews.com.
  • Covers.com. wawancara asli dengan Giorgio Barone. covers.com.
Baca Juga:  Waspada Hidden Sodium di Roti Tawar yang Bikin Tensi Melonjak

* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi medis atau gizi profesional.

Artikel ini terakhir diperbarui pada: WIB.

Fokus pada gaya hidup sehat bagi para profesional di era digital. Memahami tingginya beban mental pada profesi yang menuntut fokus tinggi seperti pengembangan perangkat lunak, liputannya secara khusus membahas pencegahan burnout, ergonomi, dan cara menjaga kesehatan fisik serta mental saat terlalu lama berada di depan layar.