Riset Ungkap Penyebab Milenial dan Gen Z Lebih Cepat Jompo

Cerupon.web.id – Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan: generasi Milenial dan Gen Z kini mengalami penuaan biologis yang jauh lebih pesat dibandingkan generasi terdahulu saat berada di usia yang sama.

Fenomena “penuaan dini” pada tingkat sel ini terdeteksi melalui pemeriksaan biomarker darah. Kondisi inilah yang ditengarai menjadi jawaban atas teka-teki medis di balik melonjaknya kasus kanker paru-paru, rahim, hingga saluran pencernaan pada kelompok usia muda.

Mengukur Usia Biologis Melalui Deteksi Darah.

Untuk mengukur usia seluler ini, para peneliti menganalisis data kesehatan dari lebih dari 150 ribu partisipan dewasa menggunakan metrik khusus yang disebut ‘PhenoAge’. Melansir laporan ScienceAlert, kondisi kebugaran organ dalam diukur melalui sembilan biomarker darah spesifik, di antaranya:

  • CRP (C-Reactive Protein): Indikator tingkat peradangan atau inflamasi di dalam tubuh.
  • Glukosa dan Kreatinin: Parameter untuk mengukur metabolisme gula serta kualitas fungsi ginjal.
  • Sel Darah Putih: Parameter yang merepresentasikan kekuatan sistem imunitas tubuh.

Hasil analisis tersebut sangat mencengangkan. Kelompok yang lahir pada era 1990-an atau awal Gen Z menunjukkan tingkat penuaan biologis 92 persen lebih tinggi dibandingkan generasi kelahiran akhir 1960-an pada usia kronologis yang sama. Hal ini menandakan bahwa secara biologis, organ tubuh anak muda saat ini menua jauh lebih cepat.

Baca Juga:  Alasan Kanker Intai Anak Muda, Ilmuwan Sebut Penuaan Biologis

Dampak Penuaan Sel Terhadap Risiko Kanker

Secara medis, kanker berkembang ketika kerusakan genetik menumpuk di dalam sel dan memicu pembelahan sel secara tidak terkendali. Karena tubuh generasi muda saat ini mengalami penuaan yang terakselerasi, akumulasi kerusakan DNA akibat paparan lingkungan modern terjadi dalam waktu yang jauh lebih singkat.

Data riset membuktikan bahwa setiap kenaikan pada skor penuaan biologis berbanding lurus dengan peningkatan risiko kanker sebelum usia 55 tahun. Korelasi paling mengkhawatirkan ditemukan pada kasus kanker paru-paru, di mana risikonya melonjak hingga 57 persen pada usia muda.

Para ilmuwan mengidentifikasi dua jenis penuaan seluler yang paling berpengaruh:

  1. Penuaan Sistem Imun: Berkaitan erat dengan tingginya kerentanan terhadap kanker paru-paru di usia dini.
  2. Penuaan Jaringan Lemak: Memiliki korelasi kuat dengan peningkatan risiko kanker kolorektal (usus besar).

“Penelitian seperti ini membuktikan bahwa risiko kanker tidak hanya dipengaruhi oleh mutasi pada sel individu saja, melainkan juga oleh perubahan akibat lingkungan modern yang memengaruhi kondisi tubuh secara menyeluruh,” ungkas David Scott, Direktur Cancer Grand Challenges.

Artikel ini terakhir diperbarui pada: WIB.

Fokus pada liputan mendalam dan berita medis terkini. Berbekal pemahaman mengenai administrasi rumah sakit dan alur kerja klinis, artikel-artikelnya menyajikan informasi yang akurat seputar inovasi fasilitas pelayanan pasien, standar keperawatan, dan isu-isu krusial di dunia medis.