Anak Kena Flu? Ini Beda Gejala Influenza A dan B untuk Diwaspadai

Cerupon.web.id – Kasus penyakit mirip flu di Indonesia sedang naik lagi. Media Indonesia melaporkan lonjakan kasus influenza A dan B dalam sepekan terakhir, sementara Dinas Kesehatan Banyuwangi mencatat kasus Influenza Like Illness (ILI) bertahan di angka rata-rata 8.500 kasus per bulan sepanjang 2026, dengan puncak lebih dari 10 ribu kasus pada Januari.

Cuaca yang tidak menentu, padatnya aktivitas sekolah, dan tingginya interaksi anak di tempat umum membuat virus ini mudah menyebar, situasi yang bikin banyak orang tua khawatir, apalagi penyebarannya kerap terjadi cepat di lingkungan sekolah atau tempat bermain.

Di tengah kekhawatiran ini, masih banyak yang mengira influenza A dan B adalah virus yang sama. Padahal, memahami perbedaannya penting bagi orang tua untuk mengambil langkah antisipasi yang tepat sebelum kondisi anak memburuk.

Kenapa Influenza A Sedang Jadi Sorotan?

Perlu diketahui, perhatian terhadap influenza A sebenarnya sudah meningkat sejak akhir 2025, ketika Kementerian Kesehatan RI mendeteksi kemunculan varian influenza A (H3N2) subclade K, yang sempat ramai disebut “super flu” melalui sistem surveilans ILI-SARI.

Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus di delapan provinsi, terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat, dengan mayoritas kasus menyerang perempuan (64%) dan anak-anak (35%). Kemenkes menegaskan situasi saat itu masih terkendali tanpa peningkatan keparahan dibanding varian influenza lain dan tren serupa juga terpantau meningkat di Amerika Serikat dan Eropa pada musim yang sama.

Karakteristik dan Risiko Influenza A

Menurut dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH, dokter spesialis anak sekaligus pendiri platform edukasi parenting Tentang Anak, influenza A punya karakteristik yang memungkinkannya memicu wabah berskala masif.

“Influenza A adalah virus flu yang bisa menular dari hewan ke manusia, sehingga berpotensi memicu pandemi besar seperti H1N1 tahun 2009,” jelasnya.

Sifat penularan lintas spesies inilah yang membuat influenza A cenderung lebih berbahaya. Varian baru bisa bermutasi dari hewan seperti babi atau unggas, lalu langsung menginfeksi manusia.

Baca Juga:  Kupas Tuntas Mitos Operasi Mata Juling yang Bikin Orang Takut

Kementerian Kesehatan RI sendiri menegaskan dalam basis pengetahuan resminya bahwa hingga saat ini, hanya virus influenza tipe A yang diketahui berpotensi menyebabkan pandemi global, influenza B tidak diklasifikasikan demikian.

Sepanjang sejarah, pandemi influenza akibat tipe A tercatat cukup mematikan: Flu Spanyol 1918 (40 juta kematian), Flu Asia 1957 (1,1 juta), Flu Hong Kong 1968 (1 juta), hingga Flu Babi 2009 (150.000-575.000 kematian).

Pola Penyebaran dan Dampak Influenza B

Berbeda dari tipe A, virus influenza B murni menyebar dari manusia ke manusia, tidak melibatkan hewan sama sekali. Meski rute penyebarannya lebih terbatas, dr. Mesty mengingatkan orang tua untuk tidak menyepelekan dampaknya.

“Influenza B hanya beredar antarmanusia, lebih stabil, tapi jangan diremehkan. Beban total influenza musiman di dunia diperkirakan 290.000 sampai 650.000 kematian per tahun,” ujarnya.

angka yang sejalan dengan estimasi resmi WHO untuk influenza musiman secara keseluruhan. Walau tidak memicu pandemi global, infeksi influenza B tetap bisa menimbulkan gejala berat, terutama pada kelompok rentan anak-anak, lansia, dan mereka dengan riwayat penyakit penyerta.

Bukan Sekadar Batuk Pilek Biasa.

Kesalahpahaman yang sering terjadi adalah menyamaratakan influenza A dan B dengan batuk pilek biasa (common cold). Meski gejala awalnya terlihat mirip, keduanya dipicu kelompok virus yang sama sekali berbeda.

“Yang perlu dipahami, flu tidak sama dengan common cold. Flu disebabkan oleh virus influenza, sedangkan common cold bisa disebabkan oleh virus lain, seperti rhinovirus atau adenovirus,” jelas dr. Mesty.

Saat anak hanya mengalami pilek tanpa demam tinggi atau kelemahan fisik, kemungkinan besar itu murni common cold. Namun, jika keluhan muncul mendadak dan lebih berat, orang tua wajib mewaspadai kemungkinan infeksi influenza.

Gejala Khas dan Pentingnya Tes Laboratorium.

Secara kasat mata, membedakan infeksi influenza A dan B sangat sulit tanpa bantuan tes medis. Meski begitu, ada pola khas yang bisa diamati:

“Flu karena influenza A atau B biasanya datang mendadak dengan demam, batuk, nyeri otot, sakit kepala, lemah, dan pada anak bisa disertai muntah atau diare, pola tiba-tiba, demam lebih tinggi, badan terasa nyeri yang lebih khas influenza dibanding common cold. Tetapi gejala saja tidak cukup akurat, jadi konfirmasi terbaik tetap dengan tes.” jelas dr. Mesty.

Kemunculan gejala secara tiba-tiba adalah faktor pembeda utama dari batuk pilek biasa, yang umumnya memburuk perlahan dimulai dari hidung tersumbat atau bersin ringan.

Baca Juga:  Influenza A Meningkat, Perlukah Anak Diberi Asupan Khusus?

Vaksinasi Tetap Jadi Pertahanan Utama.

Selain diagnosis akurat lewat tes lab, dr. Mesty menekankan vaksinasi influenza rutin sebagai pilar utama perlindungan anak, idealnya dimulai sejak usia enam bulan. Berdasarkan data CDC, vaksin flu terbukti menurunkan risiko rawat inap akibat influenza B pada orang dewasa sekitar 67 persen, dan memberikan proteksi bermakna serupa pada anak-anak.

Kesimpulan.

Dengan kasus influenza yang kembali meningkat di berbagai daerah Indonesia, memahami beda influenza A dan B bukan sekadar pengetahuan teoretis, ini membantu orang tua mengenali kapan gejala anak butuh perhatian ekstra, terutama mengingat pola kemunculan yang mendadak jadi pembeda utama dari sekadar batuk pilek biasa.

Kombinasi kewaspadaan terhadap gejala, tes laboratorium saat ragu, dan vaksinasi rutin tetap jadi strategi paling efektif melindungi anak dari komplikasi serius kedua tipe virus ini.

Sumber & Referensi.

  • Media Indonesia, Jumlah Kasus Influenza A dan B Meningkat Drastis, Ini Saran Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan (13 September 2026). mediaindonesia.com.
  • TIMES Indonesia, data kasus ILI Dinkes Banyuwangi (11 September 2026). timesindonesia.co.id.
  • Kompas.com, Kasus Influenza pada Anak Meningkat, Ketahui Perbedaan Influenza A dan B Menurut Dokter – kutipan asli dr. Mesty Ariotedjo (1 Oktober 2025). lifestyle.kompas.com.
  • Kemenkes RI (KMS Kemkes), Kewaspadaan Influenza – pandemi historis dan status potensi pandemi tipe A vs B. kms.kemkes.go.id.
  • BB Labkesmas Makassar, Superflu 2026 – data lengkap H3N2 subclade K di Indonesia. bblabkesmasmakassar.go.id.
  • World Health Organization, fact sheet influenza musiman.

* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi tenaga medis profesional.

Artikel ini terakhir diperbarui pada: WIB.

Fokus pada gaya hidup sehat bagi para profesional di era digital. Memahami tingginya beban mental pada profesi yang menuntut fokus tinggi seperti pengembangan perangkat lunak, liputannya secara khusus membahas pencegahan burnout, ergonomi, dan cara menjaga kesehatan fisik serta mental saat terlalu lama berada di depan layar.