Kunci Hidup Sehat, Panjang Umur, dan Selalu Bahagia Sampai Tua

Cerupon.web.id – Memiliki usia panjang tentu menyenangkan, tetapi hidup lebih lama akan terasa lebih berarti ketika seseorang tetap sehat, aktif, dan mampu menikmati berbagai aktivitas yang disukai.

Menurut Sandra Bond Chapman, PhD, seorang ahli saraf kognitif sekaligus kepala Center for BrainHealth di University of Texas at Dallas, kesehatan otak tidak berhenti berkembang hanya karena usia bertambah. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga fungsi otak dan kualitas hidup hingga usia lanjut.

Dari pengalaman sejumlah orang lanjut usia serta masukan para ahli, ada beberapa kebiasaan yang dapat menjadi inspirasi untuk menjalani masa tua dengan lebih sehat dan bermakna.

1. Pertahankan Hubungan Sosial.

Memiliki teman dan komunitas yang suportif dapat membuat seseorang tetap merasa terhubung dengan orang lain. Dalam artikel Prevention, Sue Ross, 74, menceritakan bahwa berolahraga bersama teman-temannya bukan hanya soal kebugaran, tetapi juga menjadi sumber dukungan ketika mereka menghadapi masalah kehidupan.

Hubungan sosial memang memiliki peran penting dalam kesehatan lansia. National Institute on Aging (NIA) menyebut aktivitas sosial yang bermakna dapat mendukung kesejahteraan dan membantu seseorang tetap aktif serta mandiri.

2. Jangan Berhenti Mempelajari Hal Baru.

Usia bukan alasan untuk berhenti belajar. Frederick Ballet, 74, misalnya, mulai belajar kitesurfing ketika sudah berusia 50-an. Aktivitas baru tersebut membuatnya harus berkonsentrasi penuh dan terus mempelajari keterampilan baru.

Belajar bahasa, memainkan alat musik, mengikuti kelas, atau mencoba hobi baru juga dapat menjadi bentuk stimulasi mental.

3. Luangkan Waktu di Alam.

Berjalan di taman, berada di pantai, atau sekadar menghabiskan waktu di ruang terbuka dapat menjadi cara sederhana untuk mengurangi kejenuhan. Peter Gros, salah satu kontributor dalam artikel tersebut, menyarankan meluangkan waktu setiap hari untuk berada di alam karena aktivitas tersebut dapat memberikan kesempatan untuk beristirahat dari paparan layar dan lingkungan yang terlalu ramai.

Baca Juga:  Tembus Usia 100 Tahun, Ini Rahasia Panjang Umur 3 Saudari Kandung

Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa aktivitas berbasis alam berpotensi mendukung kesejahteraan fisik, sosial, dan psikologis orang lanjut usia.

4. Tetap Memiliki Tujuan dan Mau Membantu.

Aktivitas sukarela dapat memberikan seseorang rasa berguna dan memiliki tujuan. Callalilly Cousar, 95, misalnya, masih aktif membantu warga di lingkungannya melalui kegiatan sosial dan membagikan kebutuhan pokok.

NIA juga menyebut kegiatan sukarela, hobi, dan aktivitas yang bermakna sebagai bagian dari gaya hidup aktif yang dapat mendukung kesejahteraan pada usia lanjut. (nia.nih.gov)

5. Kenali dan Hormati Batas Diri.

Menjaga kesehatan bukan berarti harus selalu menerima semua aktivitas atau permintaan orang lain. Jessica Reiner, 84, menceritakan bagaimana ia mulai menetapkan batas waktu ketika keluarga berkunjung agar tidak terlalu kelelahan. Mengenali kemampuan fisik sendiri membantu seseorang tetap aktif tanpa memaksakan diri.

6. Tetap Aktif Bergerak.

Aktivitas fisik menjadi salah satu fondasi penting dalam penuaan sehat. Judi Sheppard Missett, 81, yang masih mengajar kelas dansa, mengatakan bahwa mempelajari kombinasi gerakan baru membuat tubuh sekaligus pikiran tetap aktif.

Tidak harus menari. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau olahraga ringan yang sesuai kemampuan juga dapat menjadi pilihan. NIA merekomendasikan orang lanjut usia tetap melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan dan kondisi kesehatannya.

7. Miliki Hobi yang Benar-Benar Disukai.

Hobi bukan sekadar mengisi waktu luang. Penelitian yang diterbitkan Nature Medicine dengan data 93.263 orang dari 16 negara menemukan bahwa memiliki hobi berkaitan dengan lebih sedikit gejala depresi serta tingkat kebahagiaan dan kepuasan hidup yang lebih tinggi pada orang berusia 65 tahun ke atas.

Peter Galbraith, 86, misalnya, menikmati pickleball bukan hanya karena olahraganya, tetapi karena permainan tersebut membuatnya bisa bertemu teman dan bersenang-senang.

8. Tetap Terbuka pada Relasi Baru.

Memasuki usia lanjut tidak berarti seseorang harus berhenti membangun hubungan sosial. D’yan Forest, 90, mengatakan dirinya tetap berusaha bertemu orang baru dan tidak ragu memulai percakapan.

Menjaga jaringan sosial dapat membantu mengurangi rasa kesepian sekaligus memberikan kesempatan untuk tetap terlibat dalam berbagai aktivitas.

9. Berbagi Pengalaman dengan Generasi Berikutnya.

Pengalaman yang diperoleh selama puluhan tahun juga dapat menjadi sesuatu yang berharga bagi orang lain. Ed Hajim, 88, memilih membantu generasi muda melalui program yang mengajarkan mereka menyusun tujuan dan arah kehidupan.

Aktivitas seperti mengajar, menjadi mentor, atau berbagi keterampilan dapat memberikan rasa memiliki tujuan sekaligus mempererat hubungan antargenerasi.

10. Belajar Mengelola Cara Pandang.

Usia bertambah bukan berarti kehidupan berhenti berkembang. Sandra Bond Chapman menyarankan “possibility thinking”, yaitu berusaha melihat kemungkinan untuk belajar dan memperbaiki sesuatu ketika menghadapi kesalahan atau pengalaman buruk.

“We can take simple steps to optimize our brain health year by year, extending it into late life,” jelas Chapman.

Menurutnya, pola pikir yang lebih positif dan berorientasi pada kemungkinan dapat membantu seseorang menghadapi tantangan dengan lebih baik.

Baca Juga:  Efek Luar Biasa Intermittent Fasting Selain Turun Berat Badan

11. Nikmati Kehidupan Saat Ini.

Deborah Szekely, yang berusia 103 tahun, memilih untuk tidak terus memikirkan kesalahan masa lalu. Ia mengatakan bahwa dirinya lebih memilih menikmati kehidupan yang sedang dijalani sekarang daripada terus menyesali sesuatu yang tidak dapat diubah.

Sikap tersebut memang merupakan pengalaman pribadi, tetapi gagasan untuk tetap memiliki tujuan, menjaga hubungan sosial, dan melakukan aktivitas yang bermakna sejalan dengan prinsip penuaan sehat yang banyak dibahas dalam literatur.

Kesimpulan.

Hidup panjang tidak hanya berkaitan dengan berapa banyak usia yang berhasil dilewati, tetapi juga bagaimana seseorang menjalani tahun-tahun tersebut. Menjaga hubungan sosial, tetap belajar, aktif bergerak, memiliki hobi, membantu orang lain, serta mempertahankan tujuan hidup dapat mendukung kesehatan dan kesejahteraan di usia lanjut.

Penelitian menunjukkan keterlibatan dalam hobi dan aktivitas bermakna berkaitan dengan kesehatan mental dan kepuasan hidup yang lebih baik. Sementara itu, Sandra Bond Chapman menekankan pentingnya terus mengoptimalkan kesehatan otak dari tahun ke tahun.

Tidak perlu menunggu usia tua untuk memulai. Kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten sejak sekarang dapat menjadi modal untuk menua dengan lebih sehat, aktif, dan bahagia.

Sumber & Referensi.

  • Prevention. Seniors Share Their Secrets to Longevity and Happy Living – Lambeth Hochwald (13 Juli 2026). prevention.com.
  • Sandra Bond Chapman, PhD – Center for BrainHealth, University of Texas at Dallas. brainhealth.utdallas.edu.
  • National Institute on Aging (NIA), National Institutes of Health. Participating in Activities You Enjoy As You Age. nia.nih.gov.
  • National Institute on Aging (NIA). Exercise and Physical Activity. nia.nih.gov.
  • Nature Medicine. Hobby engagement and mental wellbeing among people aged 65 years and older in 16 countries (2023). nature.com.
  • Nature Communications. Leisure engagement in older age is related to objective and subjective experiences of aging (2024). nature.com.
  • Wellbeing, Space and Society. Older adults’ experiences of wellbeing through engagement with a nature-based programme (2026). sciencedirect.com.

* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi tenaga medis profesional.

Artikel ini terakhir diperbarui pada: WIB.

Fokus pada gaya hidup sehat bagi para profesional di era digital. Memahami tingginya beban mental pada profesi yang menuntut fokus tinggi seperti pengembangan perangkat lunak, liputannya secara khusus membahas pencegahan burnout, ergonomi, dan cara menjaga kesehatan fisik serta mental saat terlalu lama berada di depan layar.