7 Manfaat Buah Matoa untuk Kesehatan, Eksotis Kaya Antioksidan

Cerupon.web.id – Indonesia Timur dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa, salah satunya adalah buah matoa (Pometia pinnata). Buah khas Papua ini kini kian populer dan mudah dijumpai di berbagai penjuru nusantara. Daya tarik utama matoa terletak pada keunikan rasanya yang merupakan perpaduan sensasional antara kelengkeng, rambutan, dan sedikit aroma durian.

Namun, matoa bukan sekadar buah dengan cita rasa eksotis. Di balik kulitnya yang cenderung keras, buah ini menyimpan harta karun nutrisi yang sangat melimpah. Didukung oleh berbagai riset ilmiah, konsumsi buah matoa secara rutin dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kebugaran tubuh.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai kandungan gizi serta manfaat ilmiah buah matoa bagi kesehatan Anda.

Kandungan Nutrisi Buah Matoa: Lebih Unggul dari Jeruk?

Merujuk pada Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI, buah matoa kaya akan zat gizi mikro dan senyawa aktif. Salah satu fakta yang cukup mengejutkan adalah kadar vitamin C pada matoa segar relatif tinggi, bahkan mampu bersaing dengan buah sitrus seperti jeruk.

Selain kaya akan vitamin C dan vitamin E, matoa juga dipenuhi oleh senyawa fitokimia (bioaktif) esensial, seperti:

  • Flavonoid dan Polifenol: Senyawa antioksidan kuat yang melawan kerusakan sel.
  • Tanin: Berfungsi sebagai antibakteri dan astringen alami.
  • Saponin: Senyawa yang berperan dalam menurunkan lipid dan menjaga imun.

Khasiat Buah Matoa untuk Kesehatan Tubuh.

1. Memperkuat Sistem Imun secara Alami.

Menjaga daya tahan tubuh tetap prima sangat penting, terutama di tengah polusi dan paparan virus harian. Kandungan vitamin C dan senyawa fenolik dalam matoa bekerja sinergis sebagai agen imunostimulan. Vitamin C memicu produksi sel darah putih, sementara antioksidan melindungi sel-sel imun tersebut dari kerusakan.

Sebuah studi ilmiah yang dipublikasikan dalam Jurnal Farmasi Sains dan Praktis (2021) mengonfirmasi bahwa ekstrak matoa mengandung kombinasi vitamin A, C, E, serta flavonoid yang tinggi. Kombinasi inilah yang memberikan efek protektif kuat dalam mendukung kinerja sistem pertahanan tubuh.

Baca Juga:  Favorit Gen Z, 4 Khasiat Matcha untuk Kesehatan

2. Menangkal Radikal Bebas dan Stres Oksidatif.

Setiap hari, tubuh kita terpapar radikal bebas dari polusi kendaraan, radiasi UV, hingga asap rokok. Jika dibiarkan menumpuk, radikal bebas memicu stres oksidatif yang merusak DNA sel dan memicu penyakit degeneratif, termasuk kanker.

Kandungan antioksidan seperti flavonoid dan tanin dalam buah matoa bertindak sebagai “perisai”. Senyawa-senyawa ini mendonorkan elektron kepada radikal bebas yang tidak stabil, sehingga menetralkan sifat merusaknya sebelum sempat mencederai sel-sel sehat di dalam tubuh.

3. Membantu Meredakan Peradangan (Anti-inflamasi).

Peradangan atau inflamasi kronis merupakan akar dari berbagai penyakit berbahaya, mulai dari radang sendi (arthritis) hingga gangguan kardiovaskular. Senyawa aktif dalam matoa diketahui memiliki sifat anti-inflamasi alami.

Menurut penelitian yang dirilis dalam Jurnal Farmasimed (2022), ekstrak matoa menunjukkan aktivitas penghambatan yang signifikan terhadap mediator peradangan. Efek ini diyakini berasal dari sinergi senyawa terpenoid, alkaloid, dan flavonoid yang mampu menekan produksi zat pemicu inflamasi di dalam tubuh.

4. Memelihara Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah.

Kesehatan jantung sangat bergantung pada kelancaran aliran darah dan kekuatan dinding pembuluh darah. Kandungan polifenol dalam matoa berkhasiat membantu menjaga elastisitas pembuluh darah dan mencegah oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang dapat menyumbat arteri.

Meskipun kandungan antioksidan matoa terbukti klinis secara in vitro (uji laboratorium) mampu melindungi sistem kardiovaskular, uji klinis skala besar langsung pada manusia masih terus dikembangkan untuk mengukur efektivitas dosis terapeutiknya secara presisi.

5. Melindungi Fungsi Penglihatan.

Seiring bertambahnya usia, kesehatan mata cenderung menurun akibat akumulasi kerusakan oksidatif pada retina. Matoa hadir sebagai solusi alami karena mengandung kombinasi emas vitamin C dan vitamin E.

Riset ilmiah yang dimuat dalam jurnal internasional Nutrients (2022) menegaskan bahwa asupan vitamin C dan E yang konsisten sangat efektif dalam menekan risiko katarak dan degenerasi makula terkait usia (Age-Related Macular Degeneration). Antioksidan ini bekerja dengan meminimalisir kerusakan sel mata akibat paparan cahaya biru dan sinar ultraviolet.

6. Menjaga Kulit Tetap Awet Muda dan Sehat.

Paparan radikal bebas dari luar sering kali memicu penuaan dini pada kulit yang ditandai dengan kerutan dan flek hitam. Vitamin C dalam matoa berperan vital sebagai kofaktor dalam sintesis kolagen—protein penting yang menjaga kekenyalan, kekuatan, dan hidrasi kulit.

Ditambah dengan keberadaan vitamin E dan flavonoid, mengonsumsi matoa membantu memperbaiki jaringan kulit yang rusak dan melindunginya dari efek buruk sinar matahari (fotoproteksi).

7. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah.

Bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga kestabilan energi, matoa menawarkan manfaat yang menarik. Senyawa flavonoid dalam matoa mampu menghambat kinerja enzim alpha-glucosidase di dalam usus halus.

Enzim ini bertugas memecah karbohidrat menjadi glukosa sederhana. Dengan dihambatnya aktivitas enzim tersebut, proses penyerapan gula ke dalam darah menjadi lebih lambat dan bertahap. Hal ini mencegah terjadinya lonjakan gula darah yang drastis sesaat setelah Anda makan.

Baca Juga:  Favorit Gen Z, 4 Khasiat Matcha untuk Kesehatan

Kesimpulan.

Matoa merupakan buah lokal yang mengandung karbohidrat, vitamin C, serta berbagai senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan dalam penelitian laboratorium. Data TKPI mencatat matoa segar mengandung sekitar 90 kkal, 21,1 gram karbohidrat, 1,2 gram protein, dan 54 mg vitamin C per 100 gram bagian yang dapat dimakan.

Penelitian terhadap buah dan ekstrak matoa menunjukkan adanya aktivitas antioksidan, sedangkan penelitian antiinflamasi dan antidiabetes yang tersedia masih banyak dilakukan percobaan.

Matoa tetap dapat menjadi pilihan buah dalam pola makan sehat dan beragam. Namun, manfaatnya sebaiknya terapi alami, terutama karena penelitian klinis pada manusia masih sangat terbatas.

Sumber & Referensi.

  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Data matoa segar per 100 gram bagian yang dapat dimakan. repo.upertis.ac.id
  • Hajar S, Rahmah W, Putri EM, Ressandy SS, Hamzah H. Potential of Matoa Fruit Extract (Pometia pinnata) as Antioxidant Source. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis. 2021;7(1):59–66. DOI: 10.31603/pharmacy.v7i1.4240. journal.unimma.ac.id
  • Irawan C, Hanafi, Sulistiawaty L, Rochaeni H. Phytochemistry and total phenolic content of methanol extract of Pometia pinnata fruit flesh from Papua, Indonesia. Tropical Plant Research. 2017;4(3):401–404. DOI: 10.22271/tpr.2017.v4.i3.053. tropicalplantresearch.com
  • Irawan C, Hanafi, Sulistiawaty L, Rochaeni H, Lestari PS. Evaluation of DPPH free radical scavenging activity of Pometia pinnata from Indonesia. The Pharma Innovation Journal. 2017;6(8):403-406. thepharmajournal.com
  • Turnip NUMB, Panjaitan YL. Activity Test Ethanol Extract Matoa (Pometia pinnata) Antiinflammation Against Male Rats Induced Carrageenan. Jurnal Farmasimed. 2022;5(1):57–61. DOI: 10.35451/jfm.v5i1.1280. ejournal.medistra.ac.id.
  • Wahyuni AS, Muflihah CH, Fadhilah A, et al. Antidiabetic activity of matoa leaves (Pometia pinnata J.R.Forst & G. Forst) extract on hyperglycaemic alloxan-induced rats. Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology. 2021;10(3). DOI: 10.24198/ijpst.v10i3.33711. jurnal.unpad.ac.id.
  • Niam MLQ, Ziah NK, Fadhilah A. The Antihyperglycemic Effects of Glibenclamide and Matoa Leaves Extract (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst) On Alloxan-Induced Rat. Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia. journals.ums.ac.id
  • Ilao VML. Nutritional evaluation and chemical characterization of seed lipids and pulp of malugai (Pometia pinnata) fruit. University of the Philippines Los Baños. 2008. ukdr.uplb.edu.ph

* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi tenaga medis profesional.

Artikel ini terakhir diperbarui pada: WIB.

Mengkaji secara kritis dampak kehidupan siber terhadap psikologi modern. Artikel-artikelnya berfokus pada fenomena kecemasan akibat validasi media sosial (seperti obsesi terhadap metrik engagement dan click-through rate), bahaya doomscrolling, serta panduan detoks digital untuk menjaga kesehatan mental.