Awas, 3 Kebiasaan Sehari-hari Ini Merusak Ginjal Diam-diam
Cerupon.web.id – Ginjal adalah pahlawan tanpa tanda jasa di dalam tubuh kita. Setiap hari, organ berbentuk kacang merah ini bekerja ekstra keras menyaring sekitar 114-142 liter darah untuk membuang racun, zat sisa, dan kelebihan cairan.
Sayangnya, ginjal sering kali tidak memberikan sinyal atau “mengeluh” ketika mulai mengalami penurunan fungsi. Menurut data dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), penyakit ginjal kronis (Chronic Kidney Disease/CKD) tahap awal sering tidak menimbulkan gejala dan banyak orang baru menyadarinya ketika penyakit sudah lanjut.
Gejala yang kentara, seperti kelelahan ekstrem atau pembengkakan pada bagian tubuh, biasanya baru akan terlihat jelas ketika kerusakan ginjal sudah memasuki stadium lanjut.
Sebelum terlambat, kenali 3 kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari dapat merusak ginjal secara perlahan:
1. Kerap Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri Tanpa Resep.
Banyak orang terbiasa langsung meminum obat pereda nyeri atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS/NSAID) yang dijual bebas saat merasakan pusing, pegal, atau nyeri otot. Padahal, konsumsi obat-obatan ini secara sembarangan dalam jangka panjang sangat berbahaya bagi kesehatan ginjal.
Dr. Suman Sethi, Kepala Institut Nefrologi di Rumah Sakit RG India, menjelaskan bahwa kerusakan ginjal tidak selalu berkaitan dengan faktor penuaan. Kebiasaan kita sehari-hari justru memegang peran besar.
“Salah satu kesalahan fatal yang paling sering dilakukan adalah terlalu bergantung pada obat penghilang rasa sakit tanpa adanya anjuran atau pengawasan dari dokter. Penggunaan yang terus-menerus ini dapat mengikis fungsi ginjal secara bertahap,” jelas Dr. Sethi, seperti dikutip dari Times of India.
2. Mengabaikan Tekanan Darah Tinggi dan Diabetes.
Hipertensi dan diabetes adalah dua faktor risiko utama yang paling sering merusak ginjal. Kadar gula darah yang melonjak tidak terkontrol lambat laun akan merusak pembuluh darah kecil di dalam ginjal. Di sisi lain, tekanan darah tinggi memberikan beban mekanis yang terlalu berat pada sistem penyaringan organ tersebut.
“Mengabaikan kondisi medis seperti diabetes dan hipertensi adalah langkah yang sangat berisiko, karena kedua penyakit ini tetap menjadi pemicu utama di balik kasus penyakit ginjal kronis,” tegas Dr. Sethi.
3. Pola Makan Kurang Sehat dan Kurang Minum Air.
Gaya hidup modern sering kali menjebak kita pada kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam (natrium), makanan cepat saji (ultra-processed food), kurang minum air putih, merokok, hingga mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
Kebiasaan buruk ini secara konstan memaksa ginjal bekerja jauh lebih keras dari kapasitas normalnya. Dr. Sethi menambahkan bahwa kombinasi antara asupan nutrisi yang buruk, dehidrasi, dan kurangnya aktivitas fisik (gaya hidup sedenter) akan memberikan tekanan ekstra yang tidak perlu pada ginjal seiring berjalannya waktu.
Jangan Menunggu Gejala Muncul.
Salah satu mitos yang paling sering dipercaya adalah bahwa ginjal yang bermasalah pasti akan langsung memicu rasa sakit di area pinggang. Padahal, satu-satunya cara paling akurat untuk mendeteksi gangguan ginjal sejak dini adalah dengan melakukan tes darah dan urine secara berkala.
Jangan menunggu sampai tubuh menunjukkan gejala sakit untuk mulai peduli. Memelihara kesehatan ginjal sebenarnya tidaklah rumit, melainkan membutuhkan konsistensi dalam menerapkan gaya hidup sehat.
“Menjaga kadar gula darah dan tekanan darah tetap normal, aktif bergerak secara fisik, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menghindari obat atau suplemen yang tidak perlu, serta rutin melakukan skrining fungsi ginjal adalah langkah preventif yang akan membawa perubahan besar bagi kesehatan Anda,” pungkas Dr. Sethi.
Kesimpulan.
Menjaga kesehatan ginjal tidak membutuhkan terapi yang rumit, melainkan komitmen untuk konsisten menjalankan gaya hidup sehat. Dengan membatasi konsumsi obat pereda nyeri tanpa resep, mengontrol tekanan darah dan gula darah, serta rutin melakukan pemeriksaan medis secara berkala, kita dapat melindungi organ vital ini dari ancaman silent killer demi masa depan yang lebih sehat.
Sumber & Referensi.
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Causes of Chronic Kidney Disease in Adults. niddk.nih.gov.
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Managing Chronic Kidney Disease. niddk.nih.gov.
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Keeping Kidneys Safe: Smart Choices about Medicines. niddk.nih.gov.
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Chronic Kidney Disease Tests & Diagnosis. niddk.nih.gov.
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Preventing Chronic Kidney Disease. niddk.nih.gov.
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). The Urinary Tract & How It Works. niddk.nih.gov.
- Times of India. Are you accidentally damaging your kidneys? Doctor reveals the common daily mistakes that can lead to silent kidney disease. timesofindia.indiatimes.com.
* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi tenaga medis profesional.














