Kisah Nyata: Gen Z Jakpus Gagal Ginjal Autoimun, Terpaksa Cuci Darah
Cerupon.web.id – Rolivia Virginia (27), warga Jakarta Pusat, tidak menyangka hidupnya berubah total di usia 21 tahun. Pada 2020, ia divonis gagal ginjal kronis stadium 5, vonis yang datang setelah penyakit autoimun lupus yang dideritanya sejak 2017, semasa awal kuliah, akhirnya menyerang ginjalnya setelah sebelumnya memengaruhi saraf otak, paru-paru, dan kulitnya.
Diagnosis itu berarti Rolivia harus segera menjalani cuci darah rutin. Kondisinya sempat memburuk drastis, cairan menumpuk di tubuhnya hingga berat badannya naik 30 kg, dan malam itu juga ia harus dioperasi untuk pemasangan akses cuci darah.
Bagian yang jarang diceritakan jujur oleh kisah-kisah inspiratif yaitu penerimaan terhadap penyakit kronis bukan proses yang sekali selesai lalu tuntas. Rolivia sendiri mengakui, meski sudah lama berdamai dengan kondisinya, perasaan “kenapa gue?” masih kadang muncul bahkan sampai sekarang, bukan sesuatu yang hilang sepenuhnya begitu saja. Sikapnya menghadapi ini bukan soal selalu bahagia, tapi soal tetap berjalan meski perasaan itu naik turun.
Setelah menjalani rutinitas cuci darah, kondisi Rolivia perlahan membaik, dari yang sebelumnya bolak-balik rumah sakit dan bergantung kursi roda, kini ia sudah bisa beraktivitas normal. Baginya, kunci menjalani semua ini adalah bersyukur atas setiap perkembangan kecil, sekalipun prosesnya tidak selalu mudah.
Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Lupus Menyerang Ginjal?
Ketika lupus (penyakit autoimun) menyerang ginjal, kondisi ini disebut lupus nefritis, peradangan pada ginjal akibat sistem imun tubuh yang salah menyerang jaringannya sendiri. Jika tidak tertangani, ini bisa berkembang jadi gagal ginjal kronis seperti yang dialami Rolivia.
Tanda-tanda gagal ginjal kronis sendiri sering kali terasa setelah fungsi ginjal sudah turun signifikan, mirip dengan yang pernah kami bahas mendalam di artikel tanda penyakit ginjal kronis.
Kasus Rolivia juga jadi pengingat, gagal ginjal stadium lanjut tidak selalu dialami lansia. Anak muda dengan kondisi autoimun seperti lupus punya risiko yang sama nyatanya, dan deteksi dini tetap krusial di usia berapa pun.
Kesimpulan.
Kisah Rolivia bukan cerita “sembuh total dan bahagia selamanya,” dan justru itu yang membuatnya jujur. Yang ia tunjukkan adalah bagaimana tetap menjalani hidup dan bersyukur, meski penerimaan terhadap kondisi kronis adalah proses yang terus berjalan, bukan garis akhir yang sekali dicapai lalu selesai.
Sumber & Referensi.
- Instagram. akun pribadi Rolivia. @thecinnamonroli.
- detikHealth (True Story). Viral Gen Z di Jakpus Kena Gagal Ginjal karena Autoimun, Kini Harus Cuci Darah. detikHealth.
* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional.














