Jamu Kunyit Asam: Solusi Nyeri Haid? Kata Dokter Herbal Ahli

Cerupon.web.id – Kunyit asam sudah lama jadi andalan banyak perempuan Indonesia untuk meredakan nyeri haid. Tapi seberapa jauh klaim ini didukung bukti, dan kapan waktu terbaik meminumnya? Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si., menjelaskannya dalam siaran langsung Instagram Kementerian Kesehatan pertengahan Juni 2026.

Waktu Konsumsi Ternyata Berpengaruh.

Menurut Dr. Inggrid, kunyit asam memang secara historis banyak dikonsumsi untuk membantu meredakan ketidaknyamanan selama menstruasi, bagian dari kearifan lokal yang sudah diwariskan turun-temurun. Namun yang sering luput diperhatikan adalah waktu konsumsinya.

“Boleh diminum satu minggu sebelum menstruasi datang sampai selesai menstruasi,” jelasnya.

Pendekatan proaktif ini memberi tubuh waktu untuk beradaptasi secara bertahap, alih-alih baru mengonsumsinya setelah nyeri sudah terasa. Soal dosis, dari penjelasan Dr. Inggrid di kesempatan terpisah, kunyit asam tergolong aman dikonsumsi rutin, dengan takaran sekitar 1-2 gelas (± 200 ml) per hari.

Apa Kata Riset Ilmiah?

Klaim ini bukan sekadar kepercayaan turun-temurun tanpa dasar. Beberapa penelitian di kalangan remaja putri dan mahasiswi di Indonesia menemukan bahwa konsumsi kunyit asam secara terukur berkaitan dengan penurunan intensitas nyeri haid (dismenorea) dibanding kelompok yang tidak mengonsumsinya, salah satu studi bahkan membandingkannya dengan minuman jahe dan menemukan kunyit asam sedikit lebih efektif meredakan nyeri.

Baca Juga:  Haid Lama dan Nyeri Hebat? Bisa Jadi Ini Gejala Miom atau Kista

Secara mekanisme, kandungan kurkumin dalam kunyit diketahui memiliki sifat antiinflamasi yang membantu meredakan peradangan dan pembengkakan di area perut bagian bawah, selaras dengan penyebab dasar nyeri haid yang dijelaskan di bagian berikut.

Tidak untuk Semua Orang.

Ini bagian yang sering terlewat dari pembahasan kunyit asam, bukan berarti aman untuk semua orang tanpa terkecuali. Individu dengan riwayat maag berat atau GERD (asam lambung naik) sebaiknya membatasi konsumsinya, karena sifat asam dari asam jawa berpotensi memperburuk gejala pada lambung yang sensitif.

Dr. Inggrid juga menegaskan satu hal penting, jamu bukan pengganti diagnosis atau penanganan medis profesional. Jika keluhan terasa sangat berat, intensitasnya meningkat dari waktu ke waktu, atau mengganggu aktivitas harian secara terus-menerus, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan bukan terus mengandalkan jamu.

Mengapa Haid Bisa Terasa Nyeri?

Menurut Mayo Clinic, nyeri haid pada dasarnya dipicu oleh kontraksi rahim saat meluruhkan lapisan dindingnya, didorong oleh senyawa prostaglandin, zat yang berperan dalam rasa sakit dan peradangan. Semakin tinggi kadar prostaglandin dalam tubuh, semakin berat kram yang biasanya dirasakan. Namun, nyeri haid yang jauh lebih berat dari biasanya bisa jadi pertanda kondisi medis lain yang mendasarinya:

  • Endometriosis, jaringan mirip lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim, paling sering di tuba fallopi, ovarium, atau jaringan rongga panggul.
  • Fibroid rahim, pertumbuhan non-kanker pada dinding rahim yang meski umumnya jinak, bisa menyebabkan nyeri signifikan.
  • Adenomiosis, jaringan lapisan dalam rahim tumbuh menembus dinding otot rahim, menyebabkan pembengkakan dan nyeri.
  • Penyakit radang panggul (PID), infeksi organ reproduksi, umumnya akibat bakteri menular seksual, menyebabkan nyeri panggul kronis.
  • Stenosis serviks, lubang serviks terlalu sempit sehingga menghambat aliran darah menstruasi dan menimbulkan tekanan menyakitkan di rahim.

Kapan Nyeri Haid Bukan Lagi Normal?

Sebagai panduan kasar, nyeri haid biasa umumnya dimulai 1-3 hari sebelum haid, memuncak sekitar 24 jam setelah haid dimulai, lalu mereda dalam 2-3 hari. Pola di luar ini, nyeri yang terus memburuk seiring waktu, berlangsung jauh lebih lama, atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari adalah sinyal untuk tidak hanya mengandalkan jamu, dan memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Baca Juga:  Haid Lama dan Nyeri Hebat? Bisa Jadi Ini Gejala Miom atau Kista

Kesimpulan.

Kunyit asam punya dasar tradisi sekaligus mulai didukung riset sebagai bantuan meredakan nyeri haid ringan, dengan waktu konsumsi ideal dimulai seminggu sebelum haid. Tapi jamu tetap punya batasnya, bukan untuk semua orang (terutama yang punya masalah lambung), dan bukan pengganti pemeriksaan medis jika nyeri yang dirasakan sudah di luar kewajaran.

Sumber & Referensi.

  • Kusteja NF, dkk. “Kunyit asam efektif mengurangi nyeri dismenorea.” Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah, 2019. DOAJ.
  • Anugrahhayyu CA, dkk. Studi kombinasi asam jawa dan kunyit untuk nyeri haid. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 2019. DOAJ.
  • detikHealth, “Benarkah Jamu Kunyit Asam Bantu Redakan Nyeri Haid? Ini Kata Dokter Herbal” – siaran Instagram Kemenkes, 16 Juni 2026. health.detik.com.
  • Mayo Clinic, “Menstrual cramps – Symptoms & causes”. mayoclinic.org

* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional.

Artikel ini terakhir diperbarui pada: WIB.

gaya hidup yang memiliki ketertarikan khusus pada pemenuhan nutrisi seimbang dari hidangan lokal. Ia aktif menulis tajuk rencana tentang cara menyiasati konsumsi jajanan tradisional dan makanan kaki lima favorit, mulai dari bubur ayam hingga nasi uduk agar tetap sejalan dengan prinsip gaya hidup sehat.