Haid Lama dan Nyeri Hebat? Bisa Jadi Ini Gejala Miom atau Kista

Cerupon.web.id – Menstruasi yang berlangsung lebih lama dari biasanya, darah keluar sangat banyak, atau nyeri haid sampai mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya tidak selalu dianggap normal dari siklus menstruasi. Memang, nyeri saat menstruasi cukup umum dialami perempuan. Namun, ketika keluhan berubah menjadi lebih berat, berlangsung berulang, atau disertai perdarahan yang tidak biasa, kondisi tersebut dapat termasuk perdarahan uterus abnormal dan perlu dicari penyebabnya.

Salah satu penyebabnya adalah miom atau fibroid rahim. Namun, bukan hanya miom yang dapat menyebabkan perubahan menstruasi. Kista ovarium, gangguan ovulasi, polip rahim, masalah tiroid, endometriosis, adenomiosis, hingga kelainan pada lapisan rahim juga dapat memberikan keluhan serupa.

Kapan Haid Disebut Tidak Normal?

Tidak semua perempuan memiliki pola menstruasi yang sama. Karena itu, perubahan dari pola normal seseorang sering kali lebih penting daripada sekadar menghitung jumlah hari.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyebut menstruasi yang berlangsung lebih dari 7 hari sebagai salah satu tanda perdarahan menstruasi yang tidak normal. Perdarahan juga perlu diperhatikan jika seseorang harus mengganti pembalut setiap 1-2 jam, mengalami pusing atau hampir pingsan, atau perdarahan tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jadi, anggapan bahwa haid hingga 8 hari masih normal sebaiknya tidak dijadikan patokan mutlak. Yang lebih penting adalah melihat durasi, banyaknya darah, keteraturan siklus, dan seberapa berat keluhan yang dialami.

Nyeri Haid yang Mengganggu Aktivitas Bukan Sesuatu yang Harus Ditahan.

Nyeri perut bagian bawah ketika menstruasi memang dapat terjadi akibat kontraksi rahim. Namun, apabila nyeri begitu berat sampai membuat seseorang tidak mampu bekerja, sekolah, tidur, atau menjalani aktivitas seperti biasa, pemeriksaan medis layak dipertimbangkan.

Baca Juga:  Jamu Kunyit Asam: Solusi Nyeri Haid? Kata Dokter Herbal Ahli

ACOG memasukkan nyeri menstruasi yang mengganggu aktivitas sebagai kondisi yang perlu mendapatkan perhatian. Terlebih apabila rasa sakit semakin berat dari waktu ke waktu. Kondisi seperti itu dapat disebabkan oleh gangguan pada organ reproduksi.

1. Miom Rahim Bisa Membuat Haid Lebih Lama dan Deras.

Miom atau fibroid rahim merupakan pertumbuhan jinak yang berasal dari jaringan otot rahim. Miom sangat umum ditemukan pada perempuan usia reproduktif dan sebagian bahkan tidak menimbulkan gejala. Namun, tergantung ukuran, jumlah, dan lokasinya, miom dapat menyebabkan:

  • menstruasi lebih lama.
  • darah menstruasi lebih banyak.
  • nyeri atau kram ketika haid.
  • perdarahan di luar jadwal menstruasi.
  • rasa tertekan atau penuh di panggul.
  • sering buang air kecil.
  • sulit buang air besar.
  • nyeri punggung atau perut bagian bawah.
  • nyeri ketika berhubungan seksual.

Miom yang berukuran besar bahkan dapat membuat perut tampak membesar. Perdarahan miom bisa menyebabkan anemia, salah satu masalah yang sering muncul pada miom dengan perdarahan berat adalah anemia akibat kehilangan darah. Tanda-tandanya dapat berupa mudah lelah, lemas, pucat, pusing, atau merasa tidak bertenaga. Jika perdarahan menstruasi terus-menerus menyebabkan anemia, kondisi tersebut membutuhkan penanganan karena dapat berdampak terhadap kualitas hidup.

2. Kista Ovarium Sering Tidak Menimbulkan Gejala.

Berbeda dengan miom yang tumbuh pada rahim, kista ovarium terbentuk di dalam atau pada ovarium. Kista ovarium sangat umum ditemukan dan sebagian besar bersifat jinak. Banyak kista, terutama kista fungsional, bahkan dapat menghilang sendiri dalam beberapa minggu tanpa pengobatan khusus.

Karena itu, tidak tepat menganggap setiap kista ovarium sebagai penyakit berbahaya. Namun, kista yang berukuran lebih besar atau mengalami komplikasi dapat menimbulkan:

  • nyeri panggul.
  • rasa penuh atau berat di perut.
  • nyeri ketika melakukan aktivitas tertentu.
  • nyeri ketika berhubungan seksual.
  • perubahan pola menstruasi pada sebagian kasus.

Kista yang pecah atau menyebabkan ovarium terpuntir dapat menimbulkan nyeri panggul yang tiba-tiba dan sangat berat. Kondisi tersebut membutuhkan evaluasi medis segera.

3. Hiperplasia Endometrium, Membuat Lapisan Rahim Menebal.

Penyebab lain yang perlu dipertimbangkan adalah hiperplasia endometrium, yaitu kondisi ketika lapisan dalam rahim atau endometrium menjadi terlalu tebal akibat pertumbuhan sel yang berlebihan. Salah satu gejala paling umum adalah perdarahan uterus abnormal.

Keluhannya dapat berupa menstruasi yang lebih banyak atau lebih lama dari biasanya, siklus menstruasi yang terlalu pendek, maupun perdarahan setelah menopause. Hiperplasia endometrium bukan kanker. Namun, jenis tertentu dapat menjadi kondisi prakanker dan meningkatkan risiko berkembang menjadi kanker endometrium. Karena itu, diagnosis dan pemantauan dokter penting dilakukan.

4. Gangguan Hormon Juga Bisa Mengubah Pola Menstruasi.

Tidak semua menstruasi berat disebabkan oleh kelainan berupa benjolan atau kista. Gangguan ovulasi dan perubahan hormonal juga dapat menyebabkan perdarahan menjadi tidak teratur atau lebih banyak.

Baca Juga:  Jamu Kunyit Asam: Solusi Nyeri Haid? Kata Dokter Herbal Ahli

ACOG mencantumkan gangguan ovulasi, masalah tiroid, PCOS, polip, kelainan pembekuan darah, serta sejumlah kondisi lain sebagai kemungkinan penyebab perdarahan menstruasi yang abnormal. Karena itu, mencari penyebab hanya dengan melihat gejala tidak cukup.

Kesimpulan.

Haid yang berlangsung lebih dari 7 hari, perdarahan sangat banyak, atau nyeri yang sampai mengganggu aktivitas bukan keluhan yang sebaiknya dianggap normal. Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari gangguan hormonal hingga masalah pada rahim dan ovarium.

Miom merupakan salah satu penyebab yang dapat menimbulkan menstruasi lebih lama, perdarahan berat, nyeri panggul, tekanan pada kandung kemih, hingga anemia. Kista ovarium, di sisi lain, sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi kista tertentu dapat menyebabkan nyeri panggul atau komplikasi seperti pecah dan puntiran ovarium.

Hiperplasia endometrium juga dapat menyebabkan perdarahan abnormal dan pada jenis tertentu dapat meningkatkan risiko kanker endometrium. Karena itu, perdarahan yang tidak biasa perlu dievaluasi dan tidak cukup hanya diduga berdasarkan gejalanya.

USG merupakan salah satu pemeriksaan penting untuk menilai rahim dan ovarium, tetapi tidak selalu menjadi satu-satunya pemeriksaan yang diperlukan. Dokter dapat menambahkan tes darah, pemeriksaan lain, atau biopsi endometrium sesuai dengan gejala dan faktor risiko.

Jika haid semakin lama, darah yang keluar jauh lebih banyak dari biasanya, atau nyerinya membuat aktivitas sehari-hari terganggu, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan daripada terus menganggapnya sebagai “nyeri haid biasa”.

Sumber & Referensi.

  • American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Heavy and Abnormal Periods. acog.org.
  • American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Uterine Fibroids. acog.org.
  • Mayo Clinic. Uterine Fibroids – Symptoms and Causes. mayoclinic.org.
  • National Institute for Health and Care Excellence (NICE). Heavy menstrual bleeding: assessment and management (NG88). nice.org.uk.

* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi tenaga medis profesional.

Artikel ini terakhir diperbarui pada: WIB.

Mengkaji secara kritis dampak kehidupan siber terhadap psikologi modern. Artikel-artikelnya berfokus pada fenomena kecemasan akibat validasi media sosial (seperti obsesi terhadap metrik engagement dan click-through rate), bahaya doomscrolling, serta panduan detoks digital untuk menjaga kesehatan mental.