Jangan Dibuang! Ini Manfaat Luar Biasa Ampas Kopi untuk Sehari-hari

Cerupon.web.id – Setelah secangkir kopi habis, ampasnya sering langsung dibuang. Padahal, sisa bubuk kopi masih bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah, taman, hingga perawatan tubuh. Namun, tidak semua klaim tentang ampas kopi yang beredar benar. Beberapa kegunaan memang cukup masuk akal dan didukung penelitian, sementara manfaat lainnya masih memiliki bukti terbatas.

Berikut beberapa cara sederhana memanfaatkan ampas kopi di rumah.

1. Membantu Mengurangi Bau Tidak Sedap.

Ampas kopi kering dapat dimanfaatkan sebagai penyerap bau sederhana. Senyawa yang tersisa dalam bubuk kopi, termasuk nitrogen, dapat membantu mengikat molekul tertentu yang menimbulkan bau. Ampas yang sudah dikeringkan dapat ditempatkan dalam wadah terbuka di kulkas atau area tertentu yang mudah berbau.

Untuk bau amis di tangan, ampas kopi juga bisa digunakan sebagai bahan penggosok ringan sebelum tangan dicuci menggunakan sabun.

2. Campuran Kompos untuk Tanaman.

Ampas kopi termasuk bahan organik yang dapat dimanfaatkan dalam kompos. Ampas kopi bekas seduhan mengandung nitrogen dan sejumlah mineral, sehingga dapat membantu menambah bahan organik pada tanah. Namun, bukan berarti semakin banyak ampas kopi semakin baik.

University of Nebraska-Lincoln Extension menyarankan penggunaannya secara moderat karena ampas kopi yang terlalu banyak dapat mengganggu kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman tertentu. Untuk kompos, ampas sebaiknya dicampur dengan bahan kaya karbon seperti daun kering.

Cara paling aman, masukkan ampas kopi ke dalam kompos daripada menumpuknya langsung di sekitar tanaman.

3. Berpotensi Membantu Mengendalikan Hama.

Ampas kopi juga kerap digunakan sebagai salah satu bahan alami untuk mengurangi gangguan hama seperti siput. Tetapi efektivitasnya tidak bisa disamaratakan untuk semua jenis serangga. Washington State University Extension mencatat bahwa banyak klaim mengenai kemampuan ampas kopi mengusir hama belum memiliki bukti yang konsisten.

Jadi, ampas kopi sebaiknya dianggap sebagai alternatif sederhana, bukan pengganti pasti pestisida ketika tanaman mengalami serangan hama berat.

4. Bisa Digunakan sebagai Scrub Tubuh.

Tekstur ampas kopi dapat digunakan sebagai eksfoliator fisik untuk tubuh. Butiran kopi membantu mengangkat sel kulit mati ketika digosokkan secara perlahan. Kandungan kafein juga memiliki sejumlah efek pada kulit, tetapi manfaat yang terlihat biasanya bersifat sementara.

Perlu diperhatikan, scrub kopi dapat terlalu kasar untuk kulit wajah dan berpotensi menyebabkan iritasi jika digunakan terlalu sering. Karena itu, penggunaannya lebih cocok untuk kulit tubuh dan sebaiknya dilakukan dengan lembut.

5. Membantu Menggosok Kotoran Membandel.

Tekstur ampas kopi yang kasar membuatnya dapat digunakan sebagai bahan abrasif ringan untuk membantu mengangkat sisa makanan atau kotoran pada beberapa permukaan.

Cara ini dapat digunakan pada benda yang permukaannya tidak mudah tergores. Namun, jangan menggunakannya pada material yang sensitif atau mudah tergores, seperti beberapa jenis permukaan kaca, keramik tertentu, atau peralatan dengan lapisan khusus.

6. Menyamarkan Goresan Ringan pada Kayu.

Ampas kopi berwarna gelap dapat digunakan sebagai solusi sementara untuk menyamarkan goresan kecil pada furnitur kayu berwarna gelap. Namun, hasilnya bukan perbaikan permanen. Warna kopi hanya membantu membuat goresan terlihat lebih samar.

Sebelum menggunakannya pada furnitur, sebaiknya coba terlebih dahulu pada bagian yang tidak terlihat untuk memastikan warnanya tidak meninggalkan noda yang justru sulit dibersihkan.

7. Bisa Menjadi Bahan Marinasi Daging.

Ampas kopi juga dapat dimanfaatkan dalam marinasi daging. Kopi memiliki senyawa dan sifat kimia tertentu yang dapat membantu memengaruhi tekstur serta memberikan rasa dan aroma khas pada daging.

Namun, penggunaan ampas kopi tidak otomatis membuat semua jenis daging menjadi jauh lebih empuk. Hasilnya dipengaruhi jenis daging, metode marinasi, serta waktu memasak. Karena itu, gunakan ampas kopi secukupnya sebagai bagian dari bumbu marinasi, bukan sebagai satu-satunya bahan pelunak.

8. Pewarna Alami untuk Kerajinan.

Warna cokelat dari ampas kopi dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kerajinan. Ampas dapat diseduh kembali dengan air untuk menghasilkan larutan berwarna cokelat yang dapat digunakan pada kertas atau bahan kerajinan tertentu.

Hasil warnanya memang tidak selalu seragam, tetapi justru dapat memberikan efek vintage yang menarik.

9. Bisa Dimanfaatkan dalam Perawatan Rambut.

Ampas kopi terkadang digunakan sebagai scrub kulit kepala untuk membantu mengangkat sisa produk dan sel kulit mati. Kafein memang sedang diteliti untuk penggunaan topikal pada kerontokan rambut. Namun, penelitian yang tersedia terutama menggunakan produk topikal dengan formulasi dan konsentrasi kafein tertentu, bukan ampas kopi bekas seduhan langsung. Bukti klinisnya juga masih tergolong terbatas.

Karena itu, belum tepat menyebut ampas kopi terbukti merangsang pertumbuhan rambut. Selain itu, butiran kopi yang kasar berpotensi mengiritasi kulit kepala jika digosok terlalu keras.

Jangan Simpan Ampas Kopi dalam Kondisi Basah.

Ada satu hal yang sering dilupakan ketika ingin memanfaatkan ampas kopi kembali. Ampas kopi bekas seduhan mengandung cukup banyak air sehingga mudah mengalami pertumbuhan jamur apabila disimpan dalam keadaan lembap.

Karena itu, bila ingin menyimpannya, keringkan terlebih dahulu dan gunakan wadah yang bersih serta kering. Untuk penggunaan sebagai kompos, ampas tidak perlu dikeringkan terlebih dahulu karena justru dapat langsung dicampurkan dengan bahan kompos lainnya.

Kesimpulan.

Ampas kopi memang masih memiliki banyak kegunaan setelah proses penyeduhan. Bahan ini dapat dimanfaatkan sebagai campuran kompos, penyerap bau, bahan scrub tubuh, penggosok ringan, pewarna kerajinan, hingga campuran marinasi.

Namun, tidak semua klaim tentang ampas kopi terbukti secara ilmiah. Penggunaan untuk tanaman sebaiknya dilakukan secara moderat dan lebih baik dicampurkan ke kompos. Sementara manfaat kafein untuk rambut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut dan tidak bisa disamakan dengan efektivitas produk perawatan rambut berkafein yang diformulasikan khusus.

Sumber & Referensi.

  • University of Maine Cooperative Extension. Can coffee grounds be used to fertilize plants? extension.umaine.edu.
  • University of Nebraska-Lincoln Extension. Coffee Grounds as Soil Amendment. extension.unl.edu.
  • Washington State University Extension. Using Coffee Grounds in Gardens and Landscapes. pubs.extension.wsu.edu.
  • University of California Agriculture and Natural Resources. Using Coffee Grounds in the Garden. ucanr.edu.
  • Cleveland Clinic. Is Coffee Good for Your Skin? health.clevelandclinic.org.
  • Healthline. 16 Creative Ways to Use Old Coffee Grounds. healthline.com.
  • International Journal of Dermatology / PubMed. Caffeine as an Active Ingredient in Cosmetic Preparations Against Hair Loss: A Systematic Review of Available Clinical Evidence (2025). pubmed.ncbi.nlm.nih.gov

* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi tenaga medis profesional.

Artikel ini terakhir diperbarui pada: WIB.

Fokus pada liputan mendalam dan berita medis terkini. Berbekal pemahaman mengenai administrasi rumah sakit dan alur kerja klinis, artikel-artikelnya menyajikan informasi yang akurat seputar inovasi fasilitas pelayanan pasien, standar keperawatan, dan isu-isu krusial di dunia medis.