Kenapa Banyak Orang Pilih Menjomblo? Ini 3 Alasan Utamanya
Cerupon.web.id – Menjadi lajang tidak selalu berarti seseorang sedang menunggu pasangan atau belum menemukan orang yang tepat. Bagi sebagian orang, hidup tanpa hubungan romantis justru merupakan pilihan yang dilakukan secara sadar karena alasan pribadi.
Hal tersebut pernah diteliti oleh psikolog evolusioner Menelaos Apostolou dalam penelitian Why People Stay Single, An Evolutionary Perspective yang diterbitkan di Personality and Individual Differences pada 2017. Dari penelitian tersebut ditemukan 76 alasan mengapa seseorang tetap melajang. Setelah dianalisis, alasan-alasan tersebut dikelompokkan menjadi 16 faktor dan tiga kelompok besar.
Tiga kelompok utama tersebut berkaitan dengan kebebasan memilih, berbagai hambatan untuk menjalin hubungan, serta kesulitan dalam hubungan romantis.
1. Ingin Lebih Bebas Menjalani Hidup.
Salah satu alasan utama yang ditemukan adalah keinginan untuk memiliki kebebasan dan ruang pribadi. Orang yang memilih melajang dapat merasa lebih leluasa menentukan bagaimana mereka menggunakan waktu, mengejar pendidikan, mengembangkan karier, menjalankan hobi, atau mengatur kehidupan tanpa harus mempertimbangkan kebutuhan pasangan.
Dalam penelitian Apostolou, faktor ini termasuk dalam kelompok freedom of choice. Bagi sebagian orang, hubungan romantis memang bukan prioritas utama pada fase tertentu dalam hidup. Artinya, melajang tidak selalu muncul karena kegagalan mendapatkan pasangan, tetapi bisa menjadi pilihan yang dianggap paling sesuai dengan tujuan pribadi.
2. Memiliki Prioritas yang Berbeda.
Alasan lain berkaitan dengan prioritas hidup. Seseorang mungkin lebih memilih fokus pada pendidikan, pekerjaan, kondisi finansial, keluarga, atau tujuan pribadi daripada membangun hubungan romantis.
Penelitian Apostolou memasukkan “memiliki prioritas berbeda” ke dalam faktor yang berkaitan dengan keputusan seseorang untuk tetap lajang. Penelitian lanjutan pada 2025 juga menemukan bahwa di antara kelompok yang secara sukarela memilih melajang, memiliki prioritas lain menjadi salah satu alasan yang paling menonjol.
Dengan demikian, status lajang tidak selalu berarti seseorang menolak hubungan untuk selamanya. Bisa saja hubungan memang belum menjadi prioritas pada tahap kehidupan tertentu.
3. Pengalaman Buruk atau Kesulitan dalam Hubungan.
Tidak semua orang melajang karena memang menikmati kebebasan. Sebagian lainnya memiliki pengalaman hubungan yang kurang menyenangkan atau merasa kesulitan membangun hubungan baru.
Penelitian Apostolou mencakup alasan seperti pengalaman buruk dalam hubungan sebelumnya, sulit menemukan pasangan yang cocok, takut mengalami penolakan, kurang percaya diri, hingga kesulitan memulai hubungan. Semua itu masuk dalam kelompok difficulties with relationships.
Penelitian lanjutan juga menunjukkan adanya hubungan antara pengalaman negatif dalam hubungan sebelumnya dengan kemungkinan seseorang memilih voluntary singlehood. Jadi, keputusan untuk melajang dapat muncul dari kombinasi antara pilihan pribadi dan pengalaman hidup.
Tidak Semua Orang Lajang Punya Alasan yang Sama.
Hal menarik dari penelitian tersebut adalah alasan seseorang menjadi lajang ternyata sangat beragam. Usia, jenis kelamin, dan karakter kepribadian ditemukan berkaitan dengan perbedaan alasan seseorang tetap melajang.
Penelitian lain yang melibatkan orang-orang lajang juga menemukan berbagai alasan seperti ingin bebas, takut terluka, memiliki prioritas berbeda, kesulitan dalam pendekatan, hingga merasa tidak cocok dengan hubungan romantis.
Karena itu, tidak tepat menganggap setiap orang yang belum memiliki pasangan sedang mengalami masalah atau belum menemukan “jodoh”.
Apakah Melajang Selalu Berarti Tidak Ingin Menikah?
Belum tentu. Seseorang bisa memilih melajang untuk sementara karena ingin menyelesaikan pendidikan, membangun karier, memperbaiki kondisi finansial, atau memulihkan diri dari hubungan sebelumnya.
Ada pula orang yang memang merasa kehidupan tanpa pasangan lebih sesuai dengan dirinya. Penelitian tentang singlehood menunjukkan bahwa sebagian orang memang secara sukarela memilih untuk tidak berada dalam hubungan intim, sementara sebagian lainnya sebenarnya ingin memiliki pasangan tetapi menghadapi berbagai hambatan.
Kesimpulan.
Memilih untuk melajang tidak selalu berarti seseorang gagal mendapatkan pasangan atau sedang menunggu orang yang tepat. Penelitian Menelaos Apostolou menemukan 76 alasan seseorang tetap melajang yang kemudian dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar: kebebasan memilih, berbagai hambatan, serta kesulitan dalam hubungan.
Dalam praktiknya, alasan yang muncul bisa berupa keinginan memiliki kebebasan, fokus pada prioritas lain, pengalaman buruk dalam hubungan, atau kesulitan membangun hubungan baru. Karena itu, status lajang sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai sebuah masalah. Bagi sebagian orang, melajang memang merupakan pilihan hidup yang sesuai dengan tujuan dan kondisi mereka.
Sumber & Referensi.
- Personality and Individual Differences. Menelaos Apostolou. Why people stay single: An evolutionary perspective (2017), Vol. 111, hlm. 263–271. sciencedirect.com.
- University of Nicosia Research Portal. Why people stay single: An evolutionary perspective. pure.unic.ac.cy.
- Psychology Today. 76 Reasons Why People Choose to Remain Single – Robert Burriss, PhD (2017). psychologytoday.com.
- Studia Psychologica. Apostolou & Michaelidou. Why people prefer to be single: Voluntary singlehood and experiences with relationships (2022). czasopisma.uksw.edu.pl.
- Social Sciences. Apostolou & Lajunen. Voluntary Singlehood in a Greek-Speaking Cohort: Different Priorities and Giving Up Intimate Relationships as Reasons for Singlehood (2025). mdpi.com.
- Frontiers in Psychology. Apostolou, O & Esposito, G. Singles Reasons for Being Single: Empirical Evidence From an Evolutionary Perspective (2020). frontiersin.org
* Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi tenaga medis profesional.














